Pakistan dan Afghanistan Sepakat Gencatan Senjata Setelah Pembicaraan di Doha
Story Code : 1241173
The Taliban’s Defense Minister Maulvi Sahib Muhammad Yaqub Mujahid (Center-L) shakes hands with Pakistani Defense Minister Khawaja Asif
Kesepakatan ini dicapai dalam perundingan damai yang digelar di Doha pada Sabtu (17/10), 18 Oktober, yang dihadiri oleh pejabat tinggi dari kedua negara. Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, mengonfirmasi perkembangan ini pada Minggu melalui platform X, dengan menyatakan bahwa gencatan senjata telah “disepakati,” dan pertemuan lanjutan akan digelar pada 25 Oktober di Istanbul untuk membahas rincian lebih lanjut.
“Kesepakatan gencatan senjata telah dicapai antara Pakistan dan Afghanistan,” tulis Asif. “Terorisme dari wilayah Afghanistan ke tanah Pakistan akan segera dihentikan. Kedua negara tetangga akan saling menghormati wilayah masing-masing, Alhamdulillah... Kami sangat berterima kasih kepada kedua negara bersaudara, Qatar dan Turki.”
پاکستان اور افغانستان کے مابین سیز فائر کا معاہدہ طے پاگیا۔ پاکستان کی سرزمین پہ افغانستان سے دھشت گردی کا سلسلہ فی الفور بند ھوگا۔ دونوں ھمسایہ ملک ایک دوسرے کی سرزمین کا احترام کریں گے الحمدوللہ 25اکتوبر کو استنبول میں دوبارہ وفود میں ملاقات ھو گی۔ اور تفصیلی معاملات بات ھوگی۔… pic.twitter.com/OKNbRuXEPU
— Khawaja M. Asif (@KhawajaMAsif), 18 Oktober 2025
Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, juga mengeluarkan pernyataan serupa, menyatakan bahwa kedua pihak telah sepakat pada “gencatan senjata yang menyeluruh dan bermakna.”
Kementerian Luar Negeri Qatar, yang menjadi tuan rumah pembicaraan bersama Turki, menyatakan bahwa pertemuan mendatang akan difokuskan pada upaya memastikan keberlanjutan dan verifikasi gencatan senjata “secara andal dan berkelanjutan.”
Bentrokan Mematikan Mendorong Upaya Diplomatik
Gencatan senjata ini terjadi setelah beberapa hari bentrokan sengit dan serangan udara Pakistan di sepanjang perbatasan sepanjang 2.600 kilometer antara kedua negara. Kekerasan meletus setelah Islamabad menuduh Kabul melindungi militan yang melancarkan serangan di wilayah Pakistan. Salah satu serangan, yaitu bom bunuh diri dekat perbatasan pada hari Jumat, menewaskan tujuh tentara Pakistan dan melukai 13 lainnya.
Panglima militer Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, secara terbuka menuntut agar Afghanistan menghentikan kelompok-kelompok militan yang diduga menggunakan wilayah Afghanistan untuk melancarkan serangan. “Rezim Afghanistan harus menertibkan proksi-proksi yang memiliki tempat perlindungan di Afghanistan dan menggunakan tanah Afghanistan untuk melakukan serangan keji di dalam Pakistan,” ujar Munir pada hari Sabtu.
Taliban membantah memberikan perlindungan kepada kelompok-kelompok semacam itu, dan justru menuduh Pakistan menyebarkan informasi palsu serta memberikan perlindungan kepada militan yang terkait dengan ISIS guna mendestabilisasi Afghanistan. Islamabad telah menolak tuduhan ini.
Kesepakatan Dicapai di Doha
Pertemuan di Doha yang dipimpin oleh Khawaja Asif dan Menteri Pertahanan Taliban, Mullah Muhammad Yaqoob, menghasilkan kesepakatan bersama bahwa kedua pihak tidak akan melakukan tindakan permusuhan atau mendukung kelompok-kelompok yang bertindak melawan satu sama lain.
Menurut Mujahid, Afghanistan sepakat untuk tidak membalas serangan udara Pakistan yang dilakukan selama masa gencatan senjata, meskipun mereka mengklaim bahwa serangan tersebut menewaskan warga sipil di Provinsi Paktika. “Pejuang Afghanistan diperintahkan untuk menahan diri dari pembalasan sebagai bentuk penghormatan terhadap upaya negosiasi,” kata Mujahid.
Sebagai respons simbolis terhadap serangan udara tersebut, Afghanistan menarik diri dari turnamen kriket Twenty20 tri-seri yang akan datang di Pakistan. Dewan Kriket Afghanistan menyatakan bahwa keputusan itu diambil karena tiga pemain kriket lokal tewas dalam serangan tersebut.
Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, membela serangan udara tersebut dengan mengatakan bahwa sasaran yang diserang adalah kamp-kamp militan yang telah diverifikasi di sepanjang perbatasan, dan membantah adanya korban sipil. Ia menambahkan bahwa para militan telah mencoba melancarkan beberapa serangan di dalam wilayah Pakistan selama masa gencatan senjata, dan mengklaim bahwa lebih dari 100 militan tewas dalam operasi, sebagian besar berasal dari kelompok yang bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri pada hari Jumat.[IT/r]