Latihan Gabungan SDF-AS Digelar di Pangkalan al-Shaddadi, al-Hasakah
Story Code : 1244016
IslamTimes - Pasukan Demokratik Suriah dan koalisi pimpinan AS menggelar latihan gabungan di pangkalan al-Shaddadi di al-Hasakah, dengan fokus pada kesiapan tempur dan koordinasi operasional.
Pasukan Demokratik Suriah (SDF), berkoordinasi dengan Koalisi Internasional pimpinan AS, menggelar latihan militer ekstensif di pangkalan al-Shaddadi di pedesaan selatan al-Hasakah, Suriah timur laut.
Latihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapan tempur dan koordinasi lapangan antara kedua pasukan.
Manuver gabungan ini melibatkan partisipasi pasukan darat, helikopter, dan unit Angkatan Udara pendudukan AS yang beroperasi di wilayah tersebut.
Simulasi operasi tempur dilakukan dengan menggunakan amunisi aktif dan target tiruan, disertai beberapa ledakan yang terdengar di seluruh area.
Latihan ini berfokus pada penguatan kemampuan operasional dan persiapan menghadapi berbagai skenario militer potensial.
Menurut sumber-sumber lokal, pelatihan tersebut menekankan koordinasi yang erat dalam situasi pertempuran gabungan, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan SDF dan pasukan koalisi untuk merespons dengan cepat dan efektif ancaman yang muncul di Suriah timur laut.
AS memperkuat pangkalan-pangkalan di Suriah
Awal pekan lalu, pasukan AS mengalami lonjakan pengiriman logistik dan senjata ke pangkalan-pangkalan mereka di Suriah timur laut seiring Damaskus mengupayakan jaringan kerja sama diplomatik dan keamanan yang kompleks dengan kekuatan-kekuatan regional dan kelompok-kelompok lokal, yang tujuannya masih belum jelas.
Pengiriman melalui udara ke Kharab al-Jir dan konvoi darat sebelumnya ke Qasrak dilakukan di tengah upaya Presiden Ahmad al-Sharaa untuk menjangkau Moskow, langkah-langkah untuk menggabungkan Pasukan Demokratik Suriah ke dalam struktur nasional, dan laporan bahwa Ankara sedang mempersiapkan transfer senjata yang terkait dengan kesepakatan yang lebih luas.
Selain itu, sebelumnya, SDF yang bersekutu dengan AS dan Damaskus mulai menerapkan kerangka kerja yang telah disepakati sebelumnya untuk mengintegrasikan unit-unit SDF ke dalam pasukan yang dipimpin Damaskus di bawah komando tentara nasional yang bersatu.
Para pengamat mengatakan penerapan penuh akan sensitif secara politis dan rumit secara operasional, bukan hanya karena penunjukan SDF yang sudah lama dilakukan Ankara sebagai organisasi yang terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang menurut Ankara adalah organisasi teror.[IT/r]