Oman Serukan Negara-Negara Arab Teluk Persia untuk Pererat Hubungan dengan Iran
Story Code : 1244262
Berbicara dalam diskusi panel pada Manama Dialogue, konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh International Institute for Strategic Studies (IISS) di Bahrain pada Sabtu (2/11), Albusaidi menegaskan bahwa Israel, bukan Iran, merupakan sumber utama ketidakstabilan kawasan. Ia juga menyatakan dukungannya terhadap dialog dengan Iran dan negara-negara lain yang dianggap sebagai rival di kawasan.
“Selama bertahun-tahun, GCC paling jauh hanya duduk diam dan membiarkan Iran terisolasi,” ungkapnya. “Saya percaya hal ini harus diubah,” tambah Albusaidi.
Ia menegaskan bahwa Oman sejak lama menginginkan mekanisme dialog komprehensif dengan semua negara di kawasan, termasuk Iran, Irak, dan Yaman.
Menurutnya, dialog yang inklusif mendorong saling menghormati, memperdalam hubungan ekonomi, dan menciptakan dorongan untuk menahan diri — sesuatu yang tidak bisa dicapai oleh pendekatan isolasi atau kompetisi nol.
Dalam kesempatan yang sama, Albusaidi juga menyatakan harapannya agar perundingan antara Iran dan Amerika Serikat dapat dilanjutkan, setelah sebelumnya terhenti akibat perang sepihak Israel terhadap Republik Islam Iran pada Juni lalu.
“Hanya tiga hari sebelum putaran keenam pembicaraan yang mungkin menjadi penentu, Israel meluncurkan bom dan rudal dalam tindakan sabotase ilegal dan mematikan,” kata diplomat senior Oman yang menjadi tuan rumah lima putaran awal pembicaraan AS–Iran tahun ini. [IT/G]