Yak-130 — Kunci Iran Menuju Jet Tempur Su-35 Canggih
Story Code : 1244428
Yak-130 Iran
Bersamaan dengan rencana Iran yang dilaporkan untuk membeli 48 pesawat Su-35 dari Rusia, pengembangan ini menandai peningkatan signifikan dalam kemampuan kekuatan udara negara tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, pesawat latih dan serang ringan Yak-130 yang berfungsi ganda kembali menarik perhatian di media sosial.
Minat yang kembali muncul menyusul laporan pesawat angkut berat Rusia yang terbang ke Iran, gambar-gambar yang diduga menunjukkan Yak-130 yang baru dikirim ditempatkan di pangkalan udara Iran, dan munculnya kembali diskusi tentang kesepakatan akuisisi Su-35.
Yakovlev Yak-130 pertama kali muncul secara mencolok dalam berita pertahanan Iran pada tahun 2023, ketika terungkap bahwa pesawat ini telah dikirim ke Iran sebagai bagian dari perjanjian senjata pasca-sanksi PBB dengan Rusia setelah implementasi JCPOA. Jet pertama ini mulai beroperasi di Iran pada bulan September 2023.
Selama latihan militer "Zolfaghar 1403", Angkatan Udara Iran memamerkan Yak-130 di antara pesawat-pesawat aktifnya.
Bertentangan dengan klaim yang dibuat oleh beberapa media tidak resmi, Yak-130 bukanlah jet tempur yang kuat.
Para ahli menekankan bahwa pembelian Iran bukan untuk keperluan tempur tetapi untuk tujuan pelatihan.
Sebagai pesawat latih jet canggih dan pesawat serang ringan, misi utama Yak-130 adalah untuk mempersiapkan pilot Iran untuk menerbangkan pesawat tempur generasi keempat seperti Su-35.
Laporan bulan lalu menunjukkan bahwa Iran telah mengajukan proposal senilai 6 miliar euro kepada Moskow untuk membeli 48 Su-35.
Fitur dan Spesifikasi Yak-130
Yak-130, yang telah bertugas di Angkatan Udara Rusia sejak 2010, adalah jet subsonik dua kursi yang dirancang untuk pelatihan pilot tingkat lanjut.
Pesawat ini menggantikan L-39 Albatros, yang telah menjadi pesawat latih utama Rusia selama beberapa dekade.
Yak-130 ditenagai oleh dua mesin turbofan yang terletak di bawah sayap, dengan intake udara yang tertanam di sepanjang badan pesawat.
Pesawat ini membawa dua tangki bahan bakar eksternal di bawah sayap dan satu tangki internal. Kedua kokpit dilengkapi dengan tiga layar multifungsi berwarna dan kompatibel dengan sistem penglihatan malam.
Sistem radarnya, yang terletak di hidung pesawat, memiliki jangkauan deteksi 60 kilometer, mampu melacak hingga delapan target secara bersamaan dan menyerang dua target sekaligus.
Yak-130 dapat dilengkapi dengan sistem peperangan elektronik (EW) dan dispenser suar untuk melawan rudal pencari panas.
Pesawat ini dilengkapi dengan sistem navigasi GLONASS Rusia, meskipun varian ekspor seringkali memiliki integrasi GPS.
Yak-130 dirancang khusus untuk melatih pilot dalam mengoperasikan pesawat tempur Rusia generasi 4+ dan kelima seperti Su-35 dan Su-57.
Namun, pesawat ini juga dapat melakukan misi serangan ringan, membawa hingga 3.000 kilogram persenjataan di 10 titik keras eksternal.
Para analis mencatat bahwa meskipun kecepatannya subsonik, pesawat ini menunjukkan kelincahan yang mengesankan dalam pertempuran udara dan berpotensi menggantikan platform yang sudah tua seperti F-5 dan Su-25 dalam peran terbatas.[IT/r]