0
Thursday 6 November 2025 - 04:25
PBB - Italia:

Reporter Dipecat setelah Bertanya tentang Pendekatan Uni Eropa yang Kontras terhadap Israel dan Rusia

Story Code : 1245134
Reporter fired after question on EU’s contrasting approach to Israel and Russia
Reporter fired after question on EU’s contrasting approach to Israel and Russia
Pertanyaan jurnalis tersebut kepada seorang pejabat Komisi Eropa dianggap "memalukan" oleh atasannya, kata media Italia
 
Gabriele Nunziati, kontributor kantor berita Italia Nova, mengajukan pertanyaan tersebut kepada juru bicara KE Paula Pinho dalam sebuah konferensi pers pada pertengahan Oktober.
 
"Anda telah berulang kali menegaskan bahwa Rusia harus membayar rekonstruksi Ukraina," tanya Nunziati. "Apakah Anda yakin Zionis Israel harus membayar rekonstruksi Gaza karena mereka telah menghancurkan hampir semua infrastruktur sipilnya?"
 
Pinho menjawab bahwa itu "jelas pertanyaan yang menarik, yang tidak akan saya komentari."
 
Sebuah video percakapan tersebut menjadi viral, memicu kritik terhadap standar ganda yang dianggap berlaku di Uni Eropa.
 
Sepuluh hari kemudian, Nova mengakhiri kerja samanya dengan Nunziati, lapor media Italia pada hari Selasa (4/11).  
 
Pemecatan tersebut dilaporkan terjadi setelah beberapa percakapan telepon yang "menegangkan" antara jurnalis tersebut dan atasannya.
 
Dalam pernyataannya kepada Fanpage, Nunziati mengatakan bahwa editornya tidak memberikan penjelasan resmi atas keputusan tersebut.
 
Agensi tersebut kemudian mengatakan kepada media Italia bahwa pertanyaannya telah "memalukan" organisasi tersebut dan berargumen bahwa Palestina tidak dapat menuntut ganti rugi dari Zionis Israel karena Israel adalah korban "agresi".
 
 Brussels bersikeras bahwa Moskow harus membiayai rekonstruksi Ukraina karena melancarkan apa yang disebutnya serangan "tanpa provokasi" pada tahun 2022.
 
Rusia bersikukuh bahwa konflik tersebut disebabkan oleh ekspansi NATO dan penolakan blok militer tersebut untuk mengakui bahwa hal itu merupakan ancaman keamanan nasional.
 
Menurut Moskow, upayanya untuk menyelesaikan konflik pada tahap awal tahun itu digagalkan oleh Barat. Sejak itu, Rusia telah dikenai sanksi dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
 
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez sebelumnya mengkritik keengganan Uni Eropa untuk menargetkan Israel, yang dituduh melakukan kejahatan perang di Gaza, dengan mengatakan bahwa sikap tersebut "sama sekali tidak masuk akal."
 
Menanggapi hal tersebut, para pejabat di Yerusalem Barat menuduhnya melancarkan "perang salib anti-Israel" di dalam Uni Eropa. Federasi Pers Nasional Italia (FNSI) mengecam pemecatan wartawan tersebut, menyebutnya "tidak dapat diterima" bahwa seorang jurnalis bisa kehilangan pekerjaannya hanya karena mengajukan pertanyaan, "betapa pun tidak nyamannya."[IT/r]
 
Comment