Mimpi Buruk Amerika Terwujud; "Raksasa Siluman" Ini Memiliki Jangkauan 4.000 Kilometer
Story Code : 1245167
J-20 China
China elah menguji prototipe kedua dari pesawat tempur generasi keenam terbesar di dunia, yang dilengkapi tiga mesin dan jangkauan 4.000 kilometer. Pesawat ultra-siluman ini, yang beberapa tahun lebih maju dari proyek serupa milik AS (F-47), akan mengubah persamaan kekuatan udara di Pasifik dengan kapasitasnya untuk membawa rudal besar.
China secara resmi meluncurkan langkah besar dalam industri kedirgantaraan militernya. Rekaman baru mengonfirmasi bahwa prototipe kedua pesawat tempur superberat generasi keenam Chengdu, yang disebutnya "pesawat tempur terbesar di dunia", telah memasuki uji terbang.
Dirancang sejak awal untuk bertempur pada jarak yang sangat jauh (lebih dari 4.000 kilometer) dan menggunakan teknologi siluman serta kecerdasan buatan, pesawat ini menempatkan Beijing beberapa tahun lebih unggul daripada pesaing Barat, termasuk proyek F-47 AS.
Inovasi utama: tiga mesin dan radar raksasa
Prototipe baru ini memiliki perbedaan penting dari pendahulunya, yang mencerminkan evolusi proyek yang pesat:
Tiga daya: Pesawat tempur ini memiliki konfigurasi tiga mesin (satu intake belakang dan dua intake bawah) dengan intake udara baru yang meningkatkan kemampuan silumannya.
Daya tembak yang belum pernah terjadi sebelumnya: Ruang senjata di bawah badan pesawat memungkinkan pesawat tempur ini dapat membawa amunisi beberapa kali lipat lebih banyak daripada rudal generasi kelima seperti F-35, termasuk rudal PL-17 yang besar untuk pertempuran udara-ke-udara jarak sangat jauh.
Radar besar: Ukuran moncong yang sangat besar menunjukkan bahwa ia menampung radar yang sangat besar, yang memungkinkannya mendeteksi dan menyerang target pada jarak lebih dari 400 km tanpa bantuan sistem peringatan dini.
Jangkauan melampaui ekspektasi dan keselamatan awak
Jangkauan 4.000 km: Radius operasional pesawat tempur ini diperkirakan lebih dari 4.000 km, dua kali lipat radius operasional J-20 Tiongkok dan empat kali lipat radius operasional F-35 Amerika.
Kontrol baru: Nozel knalpot bersudut baru kemungkinan dirancang untuk kemampuan vektor dorong guna mengimbangi ketiadaan sirip ekor (untuk meningkatkan kemampuan siluman).
Keunggulan perlombaan udara: Jika program ini mengikuti pola pengembangan J-20 China, pesawat tempur superberat ini diperkirakan akan mulai beroperasi pada Januari 2031, beberapa tahun lebih awal dari perkiraan program serupa di Barat.[IT/r]