Menlu Iran: AS dan Israel Dipaksa Beralih dari “Menyerah Tanpa Syarat” ke “Gencatan Senjata Tanpa Syarat”
Story Code : 1245189
Berbicara dalam pertemuan dewan administratif di Provinsi Hamedan pada Kamis malam, Araghchi menyatakan bahwa musuh sepenuhnya gagal mencapai tujuan mereka selama konflik 12 hari tersebut.
Menurutnya, pihak lawan salah memperhitungkan kekuatan Iran dan berasumsi bahwa negara itu akan menyerah cepat di bawah serangan mendadak. “Faktanya, musuh gagal mencapai semua target dalam perang 12 hari ini,” ujarnya.
Ia mengenang hari-hari awal perang ketika pihak lawan mengirim pesan mendesak agar Iran menyerah, dengan Presiden AS Donald Trump bahkan menyerukan “penyerahan tanpa syarat” di media sosial.
“Tujuan mereka memulai perang adalah mengejutkan Iran lewat serangan mendadak. Mereka pikir Iran akan mengangkat tangan menyerah dalam dua atau tiga hari,” kata Araghchi. “Namun hal itu tidak terjadi berkat kebijaksanaan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, pergantian cepat komando militer, restrukturisasi kekuatan bersenjata, dan keterlibatan serius pemerintah dalam manajemen krisis serta pemenuhan kebutuhan rakyat.”
Ia menegaskan bahwa respons tegas Iran menunjukkan efektivitas kekuatan dalam negeri yang memaksa musuh mundur.
“Reaksi tepat waktu dan kuat dari angkatan bersenjata kita terhadap agresi musuh sangat menentukan kegagalan mereka,” ujar Araghchi.
Menanggapi klaim Barat, ia menambahkan: “Saya katakan kepada para pemimpin negara-negara lain bahwa banyak yang menyebut langit Iran dikuasai pesawat Israel selama perang 12 hari itu, tetapi mereka tidak menyebut fakta bahwa langit rezim Zionis justru dikuasai rudal-rudal Iran.”
Meskipun rezim Israel mendapat bantuan pertahanan berlapis dari Amerika dan Eropa, lanjutnya, mereka tetap gagal menghentikan jatuhnya rudal Iran.
“Untuk pertama kalinya dalam sebuah perang, rudal kita mengenai wilayah musuh dengan semakin akurat dan kuat setiap harinya,” tegasnya.
Ia menutup dengan menyatakan bahwa kekuatan domestik ini mengubah peta kekuatan:
“Pada hari-hari awal perang mereka berkata ‘penyerahan tanpa syarat,’ namun di hari ke-12 mereka berkata ‘gencatan senjata tanpa syarat.’ Inilah bedanya bangsa yang mampu bertahan dan menang atas musuh.” [IT/G]