0
Friday 7 November 2025 - 04:18
AS dan Gejolak Palestina:

AS Berusaha Menggalang Sekutu Regional untuk Resolusi PBB tentang Gaza yang Didukung "Israel"

Story Code : 1245340
UN Security Council.jpg
UN Security Council.jpg
Namun, inisiatif ini mencerminkan keselarasan Washington yang berkelanjutan dengan "Zionis Israel" di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, yang menimbulkan pertanyaan tentang niat sebenarnya terhadap penentuan nasib sendiri Palestina.
 
Pertemuan yang diselenggarakan oleh Duta Besar Michael Waltz ini mempertemukan perwakilan dari Mesir, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab untuk membahas rancangan resolusi tersebut.
 
Proposal tersebut menggabungkan elemen-elemen utama dari apa yang disebut sebagai rencana perdamaian Gaza 20 poin Trump — termasuk pembentukan "Dewan Perdamaian" dan pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional dengan mandat dua tahun.
 
Menurut misi AS, pertemuan tersebut menunjukkan "dukungan regional terhadap resolusi tersebut," yang diklaim akan membantu memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan dan pembebasan sandera. Kenyataannya, para kritikus mengatakan inisiatif tersebut tampaknya dirancang untuk mengkonsolidasikan kendali AS dan "Zionis Israel" atas Gaza dengan kedok kerja sama internasional. Rencana ini menggemakan upaya-upaya sebelumnya untuk memaksakan kerangka kerja yang didorong oleh pihak eksternal yang mengabaikan representasi politik dan gerakan perlawanan Palestina.
 
Waktu pemungutan suara Dewan Keamanan masih belum jelas, tetapi pengesahannya membutuhkan setidaknya sembilan suara setuju dan tidak ada veto dari lima anggota tetap — Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, atau China. Misi AS menyatakan bahwa "di bawah kepemimpinan berani Presiden Trump, Amerika Serikat akan kembali memberikan hasil di PBB — bukan omong kosong tanpa akhir," menggambarkan upaya tersebut sebagai langkah penting menuju perdamaian regional.
 
Keikutsertaan Turki di antara para peserta menyoroti meningkatnya peran regional Ankara dan komitmennya yang dinyatakan untuk kesejahteraan Palestina, meskipun masih belum pasti seberapa jauh Turki akan mendukung resolusi yang dianggap banyak orang melayani kepentingan "China Israel".
 
Jika diadopsi, langkah tersebut akan menandai salah satu intervensi internasional paling luas jangkauannya di Gaza sejak perang dimulai — sebuah langkah yang dibingkai Washington sebagai tindakan kemanusiaan, tetapi dikhawatirkan Palestina dapat semakin memperkuat pendudukan dan kendali eksternal di bawah panji "stabilitas."[IT/r]
 
Comment