Laporan: Lebih dari 10.000 Warga Palestina yang Hilang Masih Terkubur di bawah Reruntuhan
Story Code : 1245528
Buildings destroyed by the Israeli military are in ruins in the Shijaiya neighborhood of Gaza City
Komite Nasional untuk Orang Hilang mengumumkan pada hari Kamis (6/11) bahwa lebih dari 10.000 orang masih terkubur di bawah reruntuhan bangunan yang hancur di Jalur Gaza.
Komite mendesak masyarakat internasional untuk mengirimkan tim penyelamat khusus guna menemukan dan mengevakuasi jenazah orang-orang hilang di Gaza.
Komite juga menyerukan agar peralatan yang diperlukan segera disalurkan untuk melaksanakan tugas kemanusiaan yang krusial ini.
“Ini adalah misi kemanusiaan yang mendesak dan tidak dapat ditunda,” tegas komite dalam sebuah pernyataan publik.
Pada tanggal 3 November, Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa tim penyelamat dan pertahanan sipil terus menghadapi kesulitan ekstrem dalam mengakses area yang menjadi sasaran serangan Israel, dan menyatakan bahwa banyak korban agresi Zionis Israel di Gaza masih terjebak di bawah reruntuhan.
Ruang Operasi Pemerintah untuk Intervensi Darurat di Jalur Gaza juga menyatakan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Senin bahwa Gaza menghadapi risiko banjir yang besar akibat kerusakan parah yang ditimbulkan pada infrastruktur selama perang. Pada bulan Oktober, juru bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan bahwa "tingkat kerusakan di Kota Gaza saja mencakup 83% bangunan. Sekitar 81.000 unit rumah telah rusak."
Blokade Zionis Israel menghambat upaya penyelamatan
Permohonan ini muncul di tengah blokade Israel yang terus berlanjut di Gaza sejak awal perang. Pengepungan tersebut telah sangat menghambat operasi penyelamatan dan upaya untuk mengevakuasi jenazah yang terjebak di bawah bangunan yang runtuh.
Pemerintah daerah dan organisasi kemanusiaan telah berulang kali memperingatkan bahwa penolakan akses yang terus-menerus untuk peralatan dan personel penyelamat memperburuk situasi yang sudah buruk di Gaza.
Seiring perang yang berlarut-larut dan permukiman yang masih rata dengan tanah, jumlah orang hilang di Gaza terus meningkat, dengan ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal atau tidak dapat menguburkan orang yang mereka cintai.[IT/r]