0
Sunday 9 November 2025 - 03:55
Iran - PBB:

Iran Mendesak PBB Bertindak setelah Trump Mengakui Peran AS dalam Agresi Israel

Story Code : 1245709
Amir Saeid Iravani, Iran’s Ambassador and Permanent Representative to the United Nations
Amir Saeid Iravani, Iran’s Ambassador and Permanent Representative to the United Nations
Duta Besar Iran dan Perwakilan Permanen Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, mengutuk apa yang ia sebut sebagai “pengakuan kriminal” oleh Presiden AS Donald Trump terkait keterlibatan Washington dalam agresi Zionis Israel yang baru-baru ini terjadi terhadap Iran.
 
Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB, Michael Imran Kanu, Iravani mengatakan bahwa pernyataan Trump menawarkan “bukti yang jelas dan tak terbantahkan” atas tanggung jawab komando AS dalam agresi selama 12 hari yang dilancarkan oleh "Zionis Israel" terhadap Iran dari tanggal 13 hingga 24 Juni 2025.
 
"Israel menyerang lebih dulu. Serangan itu sangat, sangat kuat. Saya sangat terlibat dalam hal itu," kata Trump kepada wartawan pada Kamis lalu. "Ketika Zionis Israel menyerang Iran lebih dulu, itu adalah hari yang hebat bagi Israel karena serangan itu menyebabkan kerusakan lebih besar daripada serangan lainnya," tambahnya.
 
AS memimpin agresi Zionis Israel
Perwakilan Iran berpendapat bahwa pernyataan tersebut mengonfirmasi bahwa AS tidak hanya mendukung, tetapi juga memimpin operasi militer yang dilakukan oleh "Zionis Israel" selama periode tersebut, yang merupakan “pelanggaran berat dan mencolok” terhadap Piagam PBB dan hukum humaniter internasional. Ia mengatakan serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan luas terhadap infrastruktur, dan kerusakan pada fasilitas nuklir sipil Iran yang dijaga dengan ketat.
 
Perwakilan Iran tersebut juga mengatakan bahwa pengakuan Trump mengungkapkan “kebohongan” dari penyangkalan AS sebelumnya, merujuk pada pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada 13 Juni yang mengklaim bahwa Washington tidak terlibat dalam serangan terhadap Iran.
 
Iran mencari eskalasi diplomatik
Iravani menekankan bahwa baik AS maupun "Zionis Israel" memikul “tanggung jawab penuh dan bersama” atas agresi tersebut dan dampak kemanusiaannya. Ia menegaskan kembali hak Tehran untuk mencari akuntabilitas melalui mekanisme hukum internasional dan untuk mengejar kompensasi atas hilangnya nyawa dan kerusakan yang ditimbulkan.
 
Dia meminta agar surat tersebut didistribusikan sebagai dokumen resmi Dewan Keamanan PBB, yang menunjukkan niat Tehran untuk meningkatkan masalah ini secara diplomatik.
 
“Ini semakin menegaskan hak inheren dan kedaulatan Republik Islam Iran untuk mengejar semua jalur hukum internasional yang tersedia untuk memastikan bahwa Amerika Serikat dan pejabatnya bertanggung jawab sepenuhnya, serta untuk mencari reparasi penuh, termasuk kompensasi, sesuai dengan hukum internasional, bagi semua yang kehilangan nyawa serta bagi cedera, kerusakan, dan kerugian yang dialami oleh Republik Islam Iran dan rakyatnya,” bunyi pernyataan tersebut.
 
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah agresi "Zionis Israel" pada bulan Juni terhadap situs-situs militer dan nuklir Iran, yang menandai salah satu eskalasi paling serius antara Iran dan penjajahan Israel dalam beberapa tahun terakhir. Tehran telah berulang kali menegaskan bahwa serangan tersebut dilakukan dengan koordinasi dan dukungan AS, sebuah tuduhan yang kini tampaknya diperkuat oleh pernyataan Trump sendiri.
 
AS juga melancarkan serangan terhadap situs nuklir Iran pada tahap akhir agresi tersebut, sebelum Iran membalas dengan menargetkan instalasi militer terbesar AS di Asia Barat, Qatar, Pangkalan Udara Al-Udeid .[IT/r]
 
 
Comment