0
Monday 10 November 2025 - 04:11
Gejolak Suriah:

SOHR: Lebih dari 11.000 Orang Tewas Sejak Jatuhnya Rezim Assad Suriah 

Story Code : 1245897
Thousands of bodies found in Syria
Thousands of bodies found in Syria's mass graves
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan bahwa setidaknya 11.226 orang tewas sejak jatuhnya rezim Suriah yang lama selama sebelas bulan terakhir, dan mencatat bahwa negara ini terus mengalami kekacauan yang meluas dan pelanggaran besar terhadap warga sipil.
Observatorium menyatakan dalam laporannya bahwa periode dari 8 Desember 2024 hingga 8 November 2025 menyaksikan pola pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan meluas di berbagai wilayah Suriah, termasuk pembunuhan ilegal, eksekusi di lapangan, penculikan, dan penyiksaan, di samping penargetan sembarangan terhadap warga sipil, serangan bersenjata, dan pemboman yang berulang.

Laporan tersebut juga menyoroti bahwa Suriah telah menjadi sasaran pemboman oleh pasukan Turki dan Zionis Israel, serta serangan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata dan organisasi ekstremis, yang semakin memperburuk penderitaan warga sipil, khususnya perempuan dan anak-anak, serta membangkitkan pola kekerasan sistematis dan kejahatan yang didorong oleh motif balas dendam, sektarian, dan regional.

Menurut laporan tersebut, di antara para korban terdapat 8.654 warga sipil, termasuk 487 anak-anak dan 657 perempuan, sementara 3.059 kasus eksekusi di lapangan tercatat. Observatorium juga mencatat bahwa pelanggaran-pelanggaran ini dilakukan oleh berbagai aktor lokal dan regional di tengah hampir tidak adanya akuntabilitas serta lemahnya institusi peradilan.

Laporan tersebut menekankan bahwa angka yang tercatat mencerminkan siklus kekerasan yang terus berlanjut dan impunitas, serta mendesak perlunya mekanisme akuntabilitas yang efektif dan perlindungan warga sipil, serta langkah-langkah segera untuk membangun institusi yang mampu menegakkan supremasi hukum dan memastikan keadilan bagi semua warga Suriah.

Pembantaian dan Pembunuhan yang Terulang Mengancam Keamanan di Suriah
Antara 6 dan 9 Maret 2025, provinsi Latakia dan Tartous menyaksikan operasi mematikan yang menargetkan komunitas Alawi. SOHR mendokumentasikan lebih dari 1.400 kematian selama kampanye balas dendam setelah serangan pemberontak, dengan bukti perampokan, pembakaran, dan kekerasan sektarian. Peristiwa ini menyoroti terus berlanjutnya penargetan komunitas tertentu berdasarkan garis sektarian.

Pada 22 Juni 2025, sebuah serangan bom bunuh diri dan tembakan di Gereja Mar Elias di Damaskus menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai puluhan lainnya selama kebaktian agama. Insiden ini menegaskan kerentanannya kelompok minoritas, dengan warga sipil sekali lagi menjadi korban utama kekerasan di tengah konflik bersenjata yang terus berlangsung.

Suriah Selatan juga mengalami bentrokan mematikan, terutama di Sweida. Dari 13 hingga 15 Juli 2025, pasukan pemerintah dan pejuang yang bersekutu melancarkan operasi terhadap komunitas Druze, yang mengakibatkan sedikitnya 1.311 kematian, termasuk banyak warga sipil.

Sebelumnya, antara 29 April dan 1 Mei 2025, serangan penyergapan dan eksekusi di lapangan di wilayah yang sama menewaskan puluhan warga sipil dan pejuang Druze; beberapa korban dieksekusi secara ringkas.

Laporan dari Mei 2025 lebih lanjut mengungkapkan sedikitnya 157 warga sipil tewas di seluruh negeri, termasuk 20 anak-anak dan 11 perempuan, dengan kasus penyiksaan dan pembunuhan di luar proses hukum. Peristiwa-peristiwa ini mencerminkan siklus kekerasan yang sudah mengakar, penargetan sektarian, dan impunitas di Suriah, yang menekankan perlunya perlindungan warga sipil yang lebih efektif, mekanisme akuntabilitas, dan institusi peradilan yang lebih kuat.[IT/r]
 
 
Comment