0
Monday 10 November 2025 - 04:29
Gejolak Zionis Israel:

Mantan Jaksa Militer Israel Dirawat di Rumah Sakit setelah Overdosis Narkoba

Story Code : 1245900
Former Israeli Military Prosecutor Major General Yifat Tomer-Yerushalmi, at the Supreme Court in occupied al-Quds,
Former Israeli Military Prosecutor Major General Yifat Tomer-Yerushalmi, at the Supreme Court in occupied al-Quds,
Mantan jaksa militer Mayor Jenderal Yifat Tomer-Yerushalmi dirawat di rumah sakit setelah diduga overdosis narkoba di rumahnya, media Zionis Israel melaporkan.
 
Menurut Israel Broadcasting Corporation (KAN), tim medis darurat menanggapi panggilan dari kediaman Tomer-Yerushalmi, memberikan pertolongan pertama di tempat sebelum membawanya ke rumah sakit untuk evaluasi medis lebih lanjut.
 
Insiden itu terjadi tak lama setelah pengadilan pada hari Jumat (7/11) membebaskan Tomer-Yerushalmi ke tahanan rumah selama 10 hari, sambil menunggu penyelidikan atas dugaan keterlibatannya dalam rekaman yang bocor dari pasukan pendudukan Zionis Israel yang melakukan pelecehan seksual terhadap seorang tahanan Palestina di kamp penahanan Sde Teiman.
 
Berdasarkan perintah pengadilan, ia hanya boleh meninggalkan kediamannya untuk bertemu dengan pengacara pembelanya dan dilarang menghubungi tersangka lain dalam kasus tersebut selama 55 hari.
 
Ponsel yang Dibuang Ditemukan di Pantai Tel Aviv
Kasus ini berubah secara tak terduga ketika seorang perempuan Israel menemukan sebuah ponsel di kedalaman sekitar dua meter saat berenang di Pantai Tsuk, Tel Aviv.
 
Ponsel tersebut, yang kemudian diidentifikasi sebagai milik Tomer-Yerushalmi, menampilkan foto dirinya bersama seorang perempuan muda saat dinyalakan.
 
Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa ponsel tersebut ditemukan di dekat lokasi terakhir Tomer-Yerushalmi terlihat sebelum ia menghilang sementara minggu lalu.
 
Ketika Tomer-Yerushalmi dilaporkan hilang, ia berada di kota pesisir Herzliya, tempat ia meninggalkan pesan untuk keluarganya dan meninggalkan mobilnya di dekat situ.
 
Penemuan pesan tersebut, ditambah dengan ketidakmampuannya untuk dihubungi melalui telepon, menimbulkan kekhawatiran di kalangan pihak berwenang bahwa ia mungkin mencoba bunuh diri.
 
Ia kemudian ditemukan dengan selamat di Herzliya, mengakhiri hilangnya Tomer-Yerushalmi yang singkat namun menegangkan.
 
Hingga Minggu (9/11), polisi dan jaksa militer Israel belum merilis pernyataan resmi yang merinci status penyelidikan.
 
Rekaman yang bocor di pusat investigasi di fasilitas penahanan Sde Teiman menunjukkan pasukan Zionis Israel yang bertopeng menggiring seorang tahanan Palestina yang ditutup matanya dan diikat menjauh dari sekelompok tahanan lainnya, kemudian mengelilinginya di balik perisai anti huru hara untuk mengaburkan pandangan.
 
Catatan medis menunjukkan bahwa tahanan tersebut menderita usus yang pecah, cedera anorektal yang parah, kerusakan paru-paru, dan tulang rusuk yang patah, sehingga memerlukan pembedahan.
 
Tomer Yerushalmi mengakui telah mengotorisasi kebocoran video tersebut dan sekarang sedang diselidiki atas tuduhan menghalangi keadilan, penyalahgunaan jabatan, pelepasan informasi rahasia yang tidak sah, dan pelanggaran kepercayaan.[IT/r]
 
Comment