Pejabat Hizbullah: Tuntutan AS untuk Pelucutan Senjata Perlawanan Bertujuan untuk Memecah Belah Lebanon
Story Code : 1246109
Mahmoud Qamati, senior member of the political council of Hezbollah resistance movement
"Tidak ada faksi politik di Lebanon yang boleh berpihak pada Zionis Israel, terutama dalam menghadapi ancaman eksistensial nyata yang disebut 'Zionis Israel Raya'," kata Qamati dalam upacara peringatan pada hari Senin (10/11).
Ia menambahkan, "Ada proyek yang dideklarasikan untuk menempatkan Lebanon di bawah perwalian AS dan Zionis Israel," seraya menambahkan bahwa AS ingin melucuti pertahanan, ekonomi, dan kelangsungan hidup dasar negara itu karena "berusaha memecah belah Lebanon."
"Ketika kami mengatakan kami tidak akan menyerahkan senjata kami, itulah sikap minimum yang dapat kami ambil dalam menghadapi ancaman eksistensial ini terhadap Lebanon."
Perdana Menteri Zionis Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada media Zionis Israel pada bulan Agustus bahwa ia merasakan keterikatan yang mendalam dengan "visi" "Zionis Israel Raya" ini, yang merujuk pada wilayah Palestina yang diduduki Zionis Israel serta sebagian Mesir, Yordania, Suriah, dan Lebanon, dan menggambarkannya sebagai "misi historis dan spiritual."
Di tengah seruan Amerika Serikat yang kembali menyerukan pelucutan senjata Hizbullah, sebuah gerakan perlawanan yang selama beberapa dekade telah membela Lebanon dari agresi asing, khususnya dari Zionis Israel, Qamati menegaskan bahwa pernyataan Netanyahu merupakan ancaman nyata bagi Lebanon dan bahwa negara tersebut memiliki hak berdaulat untuk menolak perintah eksternal.
“Merupakan hak nasional kami untuk menolak perintah AS yang berupaya mendikte tindakan pemerintah kami demi kepentingan Israel,” ujarnya.
“Pengalaman Suriah ini terbukti di hadapan kami, karena negara ini menerapkan semua yang dituntut oleh Amerika tanpa keberatan. Namun demikian, kepatuhan total ini tidak mencegah Zionis Israel untuk [melakukan] serangan harian terhadap Suriah.”
“Perbatasan Israel telah mencapai perbatasan Irak,” pejabat Hizbullah memperingatkan. Mencatat adanya perubahan besar di kawasan yang mengancam “tidak hanya Lebanon tetapi juga seluruh negara Arab”, Qamati mengatakan “kita harus mempertahankan kekuatan kita.”
Pernyataannya muncul ketika para pejabat pemerintah Lebanon membahas proposal AS yang bertujuan melucuti senjata Hizbullah dan mendukung “tujuan”-nya pada bulan Agustus.[IT/r]