Berbicara dalam sidang terbuka parlemen pada Senin (10/11), Khatib memaparkan hasil evaluasi tahun pertama Rencana Pembangunan Ketujuh. Ia menyebutkan bahwa selain memperkuat sistem pertahanan dan memperbarui regulasi, pihaknya juga berhasil melakukan operasi ofensif terhadap aktor lintas negara yang mengancam keamanan nasional.
Khatib menambahkan, peningkatan keamanan siber dicapai melalui kerja sama antara Kementerian Intelijen, Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi, serta Komando Polisi Republik Islam Iran (FARAJA).
Ia juga menyinggung upaya musuh membentuk jaringan di dalam negeri untuk memicu kerusuhan sipil. “Semua upaya tersebut berhasil digagalkan berkat koordinasi dan kerja sama antarinstansi, yang menjaga stabilitas nasional,” ujarnya. [IT/G]