Irak Gelar Pemilu Parlemen ke-6, Presiden Desak Partisipasi
Story Code : 1246340
Iraqi President Abdul Latif Rashid attends the 34th Arab League summit, in Baghdad, Iraq
Warga Irak menuju tempat pemungutan suara pada hari Selasa (11/11) untuk pemilihan parlemen keenam negara itu, ketika Presiden Abdul Latif Rashid menyerukan warga untuk terlibat aktif dalam proses demokrasi guna memperkuat sistem politik dan mengatasi kekurangan di masa lalu.
Dalam pernyataan publiknya, Rashid menekankan bahwa partisipasi luas dalam pemilihan parlemen Irak tahun 2025 sangat penting untuk memperbaiki kesalahan dan mendorong reformasi nasional, serta mendesak para pemilih yang memenuhi syarat di seluruh negeri untuk menyuarakan pendapat mereka.
"Satu-satunya cara untuk memperbaiki kesalahan dan mengatasi kekurangan adalah melalui partisipasi dalam pemilihan umum legislatif," ujar Rashid, seraya mendorong rakyat Irak untuk turut membentuk masa depan sistem politik mereka melalui kotak suara.
Pernyataannya muncul di tengah lingkungan regional yang tegang secara politik dan upaya internal untuk menstabilkan struktur pemerintahan.
Lebih dari 21 juta warga Irak berhak memilih
Lebih dari 21 juta warga Irak berhak memilih dalam pemilu tahun ini, yang akan menentukan susunan parlemen baru yang beranggotakan 329 orang.
Tempat pemungutan suara dibuka pada pukul 7:00 pagi waktu setempat (4:00 pagi GMT) dan akan tetap buka hingga pukul 6:00 sore (3:00 sore GMT).
Keamanan telah ditingkatkan di seluruh negeri untuk memastikan lingkungan pemungutan suara yang aman.
Pemungutan suara berlangsung dengan latar belakang meningkatnya ketidakstabilan regional dan tantangan dalam negeri yang berkelanjutan.
Pihak berwenang berharap tingginya partisipasi pemilih akan menandakan kembalinya kepercayaan publik terhadap proses politik. Menurut pejabat pemilu, hasil awal diharapkan akan keluar dalam waktu 24 jam setelah pemungutan suara ditutup.
Hasil akhir yang disertifikasi akan menyusul setelah suara secara resmi dihitung dan diverifikasi.
Terkait dengan hal tersebut, Komisi Pemilihan Umum Tinggi Independen (IHEC) merilis laporan penutupan akhir untuk proses pemungutan suara khusus pada pemilihan parlemen 2025 mendatang pada hari Minggu (9/11).
Seorang koresponden untuk Kantor Berita Irak (INA) melaporkan bahwa, setelah selesainya proses pemungutan suara khusus, "Komisi Pemilihan Umum Tinggi Independen IHEC menutup tempat pemungutan suara di seluruh negeri," pada pukul 6:00 sore waktu setempat.
Komisi Pemilihan Umum Independen mengumumkan jumlah partisipasi pemilih untuk proses pemungutan suara khusus, dan mengonfirmasikan telah mencapai 82,42%.[IT/r]