QR CodeQR Code

Iran - Zionis Israel:

Hanya 400 Detik ke Tel Aviv: Dunia Terkagum pada Rudal Supercepat Iran

13 Nov 2025 04:20

IslamTimes - Kecepatan tinggi dan daya tembus besar rudal-rudal Iran dalam menembus sistem pertahanan musuh telah mengejutkan para pakar asing. Mereka mengakui kemampuan manuver rudal-rudal Iran dan menulis bahwa rudal hipersonik buatan Iran dapat mencapai Tel Aviv “dalam waktu kurang dari 7 menit.”


Kemajuan teknologi rudal Iran bahkan membuat media-media Israel pun tak mampu menyangkalnya.

Harian The Times of Israel, dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada masa perang 12 hari, mengakui bahwa rudal-rudal Iran mampu menembus sistem pertahanan berlapis Israel dan menimbulkan kehancuran besar.

Surat kabar tersebut juga menegaskan bahwa untuk menghadapi rudal balistik Iran, Zionis Israel memerlukan sistem pertahanan buatan Amerika Serikat seperti THAAD.
 
The Times of Israel menambahkan bahwa menghadapi rudal-rudal yang memiliki waktu terbang singkat—sekitar 10 menit—hanya dapat dilakukan melalui sistem pertahanan udara canggih seperti Arrow buatan Zionis Israel atau THAAD milik Amerika. Namun demikian, bahkan sistem-sistem tersebut pun tidak mampu mencegat seluruh rudal Iran.
 
Media Israel menegaskan bahwa setiap upaya mencegat rudal Iran menelan biaya yang sangat besar bagi negara mereka. Setiap kali sistem THAAD ditembakkan untuk mencegat rudal, biayanya mencapai antara 11 hingga 15 juta dolar AS.
 
Karena biaya yang luar biasa besar itu, pemerintah AS menghadapi banyak kritik setelah perang 12 hari tersebut. Selain itu, sejumlah media juga mengungkapkan bahwa stok persenjataan Amerika berkurang drastis akibat dukungan militernya terhadap Zionis Israel.
 
Media Israel juga mengakui bahwa selain THAAD dan Arrow, sistem pertahanan udara negara-negara sekutu Israel di kawasan tidak mampu secara efektif menghadapi rudal-rudal balistik Iran.
 
 
Tak Ada Lagi Ruang untuk Penyangkalan
“Kemampuan rudal Iran sama sekali tidak bisa disangkal, karena kami telah melihatnya sendiri pada malam serangan terhadap Israel,” kata Jenderal veteran Amerika, Mark Kimmitt.
 
Israel semula mengira dapat menundukkan Iran melalui serangan militernya, namun agresi itu justru memberi kesempatan bagi Iran untuk menguji dan menyempurnakan rudal-rudalnya.
Kimmitt menegaskan bahwa “rudal-rudal Iran memiliki teknologi tinggi, dan kini mereka telah benar-benar mengujinya di lapangan.”
 
Jenderal AS itu juga mengakui bahwa jumlah besar rudal dan drone Iran menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi dalam menyerang sasaran.
Ia menambahkan, “kemampuan manuver rudal-rudal Iran membuat sistem pertahanan udara semakin sulit untuk mencegatnya.”
 
Mark Kimmitt bukan satu-satunya pejabat militer Barat yang memuji kekuatan rudal Iran.
Kolonel Douglas MacGregor, mantan anggota Angkatan Darat Amerika Serikat, juga menegaskan bahwa Iran memiliki gudang rudal yang sangat besar dan dapat meratakan Israel hanya dalam satu hari. Ia menambahkan bahwa Iran memiliki kemampuan luar biasa untuk menghadapi musuh-musuhnya.
 
Sementara itu, Ibrahim Kalash, pakar strategi asal Turki, juga menyoroti kekuatan rudal Iran, khususnya selama perang 12 hari. Ia menyatakan bahwa “Iran telah menjadikan Kubah Besi Israel seperti saringan air.”
 
Menurut Kalash, sebelum perang 12 hari, Israel berusaha menampilkan diri sebagai wilayah paling aman di dunia, namun kini rudal-rudal Iran telah menghancurkan citra itu dan menantang sistem pertahanan udara Zionis Israel.
Ia menegaskan bahwa Israel tidak mampu menahan teknologi rudal canggih dan serangan besar-besaran dari Iran.
 
Kalash juga menjelaskan bahwa manuver menyilang (zig-zag) rudal Iran menyebabkan rudal-rudal pencegat Israel saling bertabrakan alih-alih menghantam target Iran, sehingga rudal-rudal Iran dapat menghujani wilayah pendudukan dengan leluasa.
 
Menaklukkan Israel dengan “Fattah” dalam 7 Menit

Hal yang paling mengejutkan para pakar Barat adalah rudal hipersonik supercepat Iran, termasuk jenis “Fattah”.
Rudal ini mampu mencapai Tel Aviv dalam waktu sekitar 400 detik, yakni kurang dari 7 menit.
 
Rudal Fattah dapat melesat hingga 15 Mach (setara dengan 18.360 kilometer per jam) dengan jangkauan sekitar 1.400 kilometer, cukup untuk menempuh jarak ke Tel Aviv dalam sekitar 6 menit 20 detik.
Rudal ini mampu bermanuver di dalam dan di luar atmosfer, mengubah arah secara konstan untuk membingungkan sistem pertahanan musuh.
 
Negara-negara Barat telah memperingatkan Amerika Serikat dan Zionis Israel mengenai rudal hipersonik Iran, mengakui bahwa rudal-rudal ini memiliki kemampuan tinggi untuk menembus sistem pertahanan udara.[IT/r]
 
Khorramshahr dan Khaibar: Mimpi Buruk bagi Musuh
Pakar Barat juga memuji rudal balistik jarak menengah Iran yang dilengkapi dengan hulu ledak klaster.
Mereka mengakui bahwa rudal-rudal seperti Khorramshahr-4 mampu dengan mudah menipu dan mengacaukan sistem pertahanan musuh.
 
Para analis menulis bahwa rudal-rudal balistik jarak menengah terbaru Iran, dengan teknologi mutakhirnya, mampu menembus pertahanan Israel dengan tingkat keberhasilan tinggi.
Mereka mengakui bahwa kekuatan rudal Iran sebelumnya diremehkan, namun setelah serangan Iran terhadap Israel, aspek sebenarnya dari kemampuan rudal ini kini terungkap.
 
Para ahli militer menegaskan bahwa rudal Khorramshahr-4 memberikan tekanan besar pada sistem pertahanan udara seperti Patriot-3, sehingga menurunkan secara drastis tingkat keberhasilan intersepsi.

Khorramshahr-4 merupakan salah satu rudal paling canggih milik Iran, dengan jangkauan 2.000 kilometer, hulu ledak seberat 1.500 kilogram, dan panjang hulu ledak sekitar 4 meter.
Sementara itu, rudal Khaibar Shekan juga menarik perhatian para pakar militer dunia.

Mereka menulis bahwa rudal ini, sebagai generasi ketiga rudal jarak menengah Iran, menggunakan mesin berbahan bakar padat dua tahap dan memiliki jangkauan sekitar 1.500 kilometer, serta dapat mengelabui sistem pertahanan musuh selama proses intersepsi.
 
Israel Takut Akan Perang Ulang
Perang 12 hari sekali lagi memperlihatkan kepada dunia kekuatan rudal Iran.
Rudal-rudal tersebut secara presisi menargetkan lokasi-lokasi penting di wilayah pendudukan, termasuk perusahaan pertahanan Rafael, kilang minyak Haifa, dan kompleks riset Weizmann, menimbulkan kerusakan besar.
 
Kekuatan dahsyat rudal Iran membuat bahkan para analis Zionis sendiri menyebut perang baru dengan Iran sebagai “kesalahan yang sangat berbahaya.”
Danny Citrinowicz, mantan kepala divisi Iran di badan intelijen militer Zionis Israel, menilai bahwa berperang lagi dengan Iran akan menjadi kesalahan yang sangat mahal.
 
Pakar Zionis ini menegaskan bahwa, bertolak belakang dengan klaim para pejabat Israel, rezim tersebut tidak memenangkan perang sebelumnya; sebab Iran tidak hanya berhasil mempertahankan kemampuan nuklirnya, tetapi juga menimbulkan kerusakan berat di wilayah Zionis Israel.[IT/r]
 
 
 


Story Code: 1246577

News Link :
https://www.islamtimes.com/id/news/1246577/hanya-400-detik-ke-tel-aviv-dunia-terkagum-pada-rudal-supercepat-iran

Islam Times
  https://www.islamtimes.com