0
Friday 14 November 2025 - 04:06
Gejolak Politik AS:

Penutupan Pemerintah AS Memecahkan Rekor Berakhir Setelah Trump Menandatangani RUU Pendanaan

Story Code : 1246764
US President Donald Trump signs the funding bill to reopen the government, in the Oval Office of the White House, Nov. 12, 2025, in Washington,DC
US President Donald Trump signs the funding bill to reopen the government, in the Oval Office of the White House, Nov. 12, 2025, in Washington,DC
Berbicara dari Ruang Oval saat upacara penandatanganan, Trump menyalahkan penutupan tersebut pada anggota Kongres dari Partai Demokrat,
 
"Hari ini kami mengirimkan pesan yang jelas bahwa kami tidak akan pernah menyerah pada pemerasan," tegas Trump.
 
"Ini adalah perpanjangan yang mudah, tetapi mereka tidak ingin melakukannya dengan cara yang mudah," kata Trump, menambahkan, "Mereka ingin melakukannya dengan cara yang sulit."
 
Meskipun terdapat ketegangan partisan, enam anggota Partai Demokrat membelot untuk mendukung langkah pendanaan tersebut, membantu meloloskannya setelah 43 hari kebuntuan.
 
Para anggota parlemen tersebut termasuk Anggota DPR Henry Cuellar (Texas), Don Davis (Carolina Utara), Adam Gray (California), Jared Golden (Maine), Marie Gluesenkamp Perez (Washington), dan Tom Suozzi (New York), yang bergabung dengan rekan-rekan dari Partai Republik dalam mendukung RUU tersebut. Patut dicatat, Anggota DPR dari Partai Republik, Thomas Massie (Kentucky) dan Greg Steube (Florida), memberikan suara menentang langkah tersebut.
 
Baik Partai Republik maupun Demokrat tetap teguh pada pendirian mereka, enggan berkompromi pada isu-isu kunci yang menyebabkan kebuntuan di Kongres dan memicu penutupan pemerintah.
 
Penutupan pemerintah yang berlangsung selama 43 hari tersebut merupakan yang terpanjang dalam sejarah AS. Dampaknya terasa di seluruh negeri, dengan jutaan warga Amerika terdampak.
 
Ratusan ribu pegawai federal dirumahkan atau dipaksa bekerja tanpa bayaran, membebani anggaran rumah tangga dan mendorong banyak orang untuk mencari bantuan dari bank makanan atau meminjam dari teman dan keluarga.
 
Layanan penting terganggu, taman nasional kehilangan staf, dan usaha kecil yang bergantung pada kontrak pemerintah atau pariwisata mengalami kerugian yang signifikan.[IT/r]
 
Comment