
Suriah - Rusial:
HTS Cabut Kesepakatan Pelabuhan Rusia di Suriah; Serahkan Tartus ke UEA, Latakia ke Prancis
15 Nov 2025 04:10
IslamTimes - Suriah secara resmi telah menyerahkan operasional pelabuhan Tartus, pelabuhan terbesar kedua di negara itu, kepada perusahaan logistik DP World dari Uni Emirat Arab dengan konsesi senilai $800 juta selama 30 tahun.
DP World secara resmi memulai operasinya beberapa bulan setelah menandatangani perjanjian konsesi senilai $800 juta selama 30 tahun dengan Otoritas Umum Suriah untuk Pelabuhan Darat dan Laut.
“Kami berkomitmen untuk menerapkan keahlian global DP World guna membangun pelabuhan modern dan berbasis digital yang akan meningkatkan perdagangan, menciptakan peluang, dan memposisikan Tartus dengan kokoh sebagai pusat perdagangan utama di Mediterania Timur,” ujar Fahad al-Banna, CEO DP World Tartus yang baru diangkat.
Berdasarkan perjanjian tersebut, DP World akan meningkatkan infrastruktur pelabuhan, memperluas kapasitas penanganan dan penyimpanan, serta berinvestasi dalam sistem penanganan curah.
Hal ini terjadi setelah rezim yang dipimpin Hay'at Tahrir al-Sham (HTS) di Suriah pada bulan Juni memutuskan untuk membatalkan perjanjian tahun 2019 antara pemerintahan mantan Presiden Bashar al-Assad dan Stroytransgaz Rusia.
Perjanjian tersebut menyatakan bahwa perusahaan tersebut melanggar kontrak dengan tidak menginvestasikan $500 juta yang dijanjikan untuk memodernisasi Tartus.
Selain Tartus, konsesi terpisah selama 30 tahun juga ditandatangani dengan perusahaan pelayaran Prancis CMA CGM untuk mengelola pelabuhan Latakia, kota pelabuhan terbesar di negara tersebut.
Pergeseran ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada bulan Mei bahwa semua sanksi AS terhadap Suriah akan dicabut.
Trump membuat pengumuman tersebut di ibu kota Saudi, Riyadh, selama kunjungannya ke kerajaan tersebut, di mana ia bertemu dengan Abu Mohammed al-Jolani, pemimpin rezim yang dipimpin Hay'at Tahrir al-Sham (HTS) di Suriah, yang menyatakan kesiapannya untuk menormalisasi hubungan antara Damaskus dan Zionis Israel.
Pernah berafiliasi dengan al-Qaeda dan Daesh, al-Jolani merebut kekuasaan di Suriah menyusul serangan cepat oleh kelompok militannya, Hay'at Tahrir al-Sham (HTS), yang menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad pada bulan Desember 2024.[IT/r]
Story Code: 1246993