0
Saturday 15 November 2025 - 13:32
Arab Saudi - Amerika Serikat

Trump Desak MBS Bergerak Menuju Normalisasi dengan Israel

Story Code : 1247028
Trump Desak MBS Bergerak Menuju Normalisasi dengan Israel
Mengutip dua pejabat AS, Axios melaporkan bahwa permintaan tersebut disampaikan Trump dalam panggilan telepon bulan lalu, seusai pertemuan puncak Gaza di Mesir yang menghasilkan kesepakatan gencatan senjata.

Seorang pejabat AS yang mengetahui langsung isi pembicaraan tersebut menyatakan bahwa Trump mengatakan kepada MBS bahwa kini perang telah berakhir dan ia ingin putra mahkota bergerak menuju normalisasi dengan Israel.

Menurut pejabat tersebut, MBS menyampaikan kesediaannya untuk bekerja sama dengan pemerintahan AS terkait hal itu.

Pejabat-pejabat AS telah memberi tahu Riyadh bahwa mereka berharap ada kemajuan menjelang pertemuan antara Trump dan MBS di Gedung Putih pekan depan, meski mereka mengakui perbedaan posisi antara Saudi dan Israel masih sangat besar.

“Pesan kami kepada Saudi adalah: ‘Kami sudah melakukan semua yang kalian minta. Sekarang ada hal-hal yang diinginkan Presiden Trump, seperti normalisasi dengan Israel. Jadi bagaimana kalian akan bergerak ke arah itu?’” kata seorang pejabat senior AS.

Perang genosida Israel di Gaza—yang memperkuat sentimen anti-Israel di kalangan publik Saudi—menjadi hambatan utama menuju normalisasi, meski bukan satu-satunya.

Pejabat AS meyakini sejumlah tuntutan Saudi lainnya terkait normalisasi kini telah terpenuhi.

Riyadh sejak lama menegaskan bahwa normalisasi hanya dapat dilakukan jika Tel Aviv bersedia menyepakati jalur jelas dan terjadwal menuju pembentukan negara Palestina.

Gedung Putih menilai dua klausul terakhir dari rencana gencatan senjata Trump di Gaza menempatkan isu kenegaraan Palestina di atas meja.

Rencana tersebut menyebut bahwa jika Otoritas Palestina melaksanakan reformasi secara “sungguh-sungguh” selama rekonstruksi Gaza, “maka kondisi mungkin sudah siap bagi jalur yang kredibel menuju penentuan nasib sendiri dan kenegaraan Palestina.”

Rencana itu juga menyatakan bahwa AS akan membentuk dialog antara Israel dan Palestina untuk menyepakati “horizon politik bagi ko-eksistensi yang damai dan sejahtera.”

Namun mantan pejabat AS dan diplomat Arab meragukan apakah redaksi tersebut memenuhi tuntutan Riyadh.

Menurut mantan pejabat AS yang dekat dengan kepemimpinan Saudi, MBS membutuhkan komitmen yang jauh lebih kuat langsung dari Israel, termasuk langkah nyata di lapangan, agar dapat menjual normalisasi kepada rakyat Saudi.

Saudi juga menuntut pakta pertahanan dengan Washington, dan mereka diperkirakan akan menerima janji keamanan dari Trump selama kunjungan MBS, yang bisa menjadi dasar menuju perjanjian pertahanan penuh.

Namun pejabat AS menegaskan kecil kemungkinan adanya terobosan terkait normalisasi selama kunjungan tersebut.

Sebelumnya bulan ini, Trump mengklaim bahwa Arab Saudi akan menormalisasi hubungan dengan rezim Israel tanpa prasyarat apa pun, termasuk pembentukan negara Palestina.

Ketika ditanya oleh koresponden CBS Norah O'Donnell mengenai klaim MBS bahwa Saudi tidak akan bergabung dengan Abraham Accords tanpa solusi dua negara, Trump menjawab: “Tidak, saya pikir dia akan bergabung. Saya pikir kita akan menemukan sebuah solusi. Saya tidak tahu apakah itu solusi dua negara—itu terserah Israel, pihak lain, dan saya.”

Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko sebelumnya menandatangani kesepakatan normalisasi yang diprakarsai AS pada 2020, yang dikecam Palestina sebagai “pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina.” [IT/G]
Comment