0
Thursday 4 December 2025 - 04:36
Gejolak Yaman:

Pasukan STC yang didukung UEA menguasai Seiyun, Yaman

Story Code : 1251119
Forces of the UAE-backed Southern Transitional Council (STC)
Forces of the UAE-backed Southern Transitional Council (STC)
Pasukan Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung UEA mengumumkan pada hari Rabu (3/12) bahwa mereka telah menguasai Seiyun, kota terbesar di Wadi Hadhramaut di Yaman timur, sebagai bagian dari operasi militer yang dijuluki "Masa Depan yang Menjanjikan."
 
Pengambilalihan STC ini menyusul bentrokan terbatas dengan pasukan Wilayah Militer Pertama (First Military Region), yang berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan dalam pemerintahan Dewan Presiden yang didukung Arab Saudi dan UEA.
 
Konfrontasi tersebut, yang mencakup pertempuran di Istana Kepresidenan dan Bandara Internasional Seiyun, mengakibatkan kematian dan cedera.
 
Bersamaan dengan itu, pasukan STC dilaporkan bergerak maju menuju distrik al-Qatn, dengan tujuan mengamankan kendali penuh atas wilayah gurun dan lembah Hadhramaut yang kaya minyak.
 
Dalam perkembangan terpisah, pasukan STC mengklaim telah menguasai sebuah kamp milik Ikhwanul Muslimin di Gurun Arin, yang terletak di distrik Arma, Provinsi Shabwa, yang berbatasan dengan Ma'rib, wilayah yang terkenal dengan kekayaan minyak dan gasnya.
 
Suku Hadhramaut mengecam 'invasi bersenjata'
Langkah-langkah ini terjadi hanya dua hari setelah Sheikh Amr bin Habrish, kepala Aliansi Suku Hadhramaut, mengecam apa yang ia sebut sebagai invasi suku bersenjata ke Hadhramaut oleh pasukan STC yang berasal dari Provinsi al-Dhali’ dan Lahj.
 
Bin Habrish menyatakan bahwa lebih dari lima brigade telah didatangkan dari luar provinsi dan menegaskan kesiapan aliansi untuk mempertahankan Hadhramaut dan sumber dayanya dengan segala cara yang tersedia, "meskipun terbatas dibandingkan dengan pihak lawan."
 
Koalisi yang dipimpin Saudi mendesak dukungan untuk suku-suku Hadhramaut
Koalisi, khususnya Arab Saudi, telah menyerukan dukungan bagi suku-suku Hadhramaut dalam menghadapi apa yang disebutnya invasi suku dari luar provinsi. Aliansi Suku Hadhramaut juga melaporkan bahwa pasukan STC menyerang sebuah pos pemeriksaan yang dijaga oleh Pasukan Perlindungan Hadhramaut di Aqaba Kuh di dataran tinggi Hadhramaut.
 
Sebagai tanggapan, bala bantuan dikerahkan, termasuk Sheikh bin Habrish, Komandan Pasukan Perlindungan Hadhramaut, Mayor Jenderal Mubarak Ahmed Al-Awthani, dan unit-unit suku sekutu.
 
Perlu dicatat bahwa kepentingan strategis Hadhramaut terletak pada cadangan minyaknya yang besar, infrastruktur militer yang sensitif, dan posisi geografisnya di sepanjang perbatasan dengan Arab Saudi. Faktor-faktor ini menjadikannya titik fokus perebutan kekuasaan yang semakin intensif di Yaman, khususnya antara faksi-faksi yang didukung UEA dan pasukan suku lokal.[IT/r]
 
Comment