China Tingkatkan Impor Minyak Iran seiring Perluasan Kuota untuk Kilang
Story Code : 1251171
Laporan Bloomberg pada Rabu menunjukkan bahwa serapan minyak Iran oleh China meningkat setelah putaran baru kuota impor dialokasikan akhir bulan lalu. Kuota baru yang diperuntukkan bagi kilang swasta—dikenal sebagai teapot refiners—diperkirakan mencapai 7–8 juta ton metrik untuk hampir 20 fasilitas.
Laporan itu menyebut kuota tersebut memungkinkan dua supertanker yang sebelumnya menunggu di dekat pelabuhan di Provinsi Shandong, Cina tenggara, untuk akhirnya membongkar muatan mereka pekan ini. Salah satunya adalah kapal berbendera Panama yang membawa 2 juta barel minyak Iran yang dibongkar di Pelabuhan Rizhao.
Menurut laporan tersebut, Iran juga meningkatkan potongan harga untuk memastikan pasokan kepada pembeli China tetap berlanjut.
China tidak mencantumkan volume minyak mentah dari Iran dalam data bea cukai resminya karena sanksi Amerika Serikat. Namun, negara itu telah menjadi pembeli terbesar minyak Iran sejak 2019, ketika Washington memperketat pembatasan terhadap negara dan perusahaan yang mengimpor minyak Iran.
Perusahaan analisis energi memperkirakan impor minyak Iran oleh China melonjak hingga hampir 2 juta barel per hari dalam beberapa bulan terakhir—angka tertinggi dalam sejarah.
Arus ekspor minyak Iran ke China tetap stabil meskipun PBB memberlakukan kembali sejumlah sanksi terkait nuklir terhadap Iran pada September lalu. [IT/G]