0
Thursday 4 December 2025 - 16:26
Iran dan Regional:

Komandan IRGC: Keamanan Teluk Persia adalah 'Garis Merah', Agresi Akan Menghadapi Respons Kekuatan Penuh

Story Code : 1251202
Brigadier General Ali Fadavi, deputy commander-in-chief of the Islamic Revolution Guards Corps (IRGC)
Brigadier General Ali Fadavi, deputy commander-in-chief of the Islamic Revolution Guards Corps (IRGC)
Berbicara tentang pentingnya strategis Selat Hormuz, Brigadir Jenderal Ali Fadavi menekankan perannya yang tak tergoyahkan dalam stabilitas energi global.
 
"Lebih dari 20 juta barel minyak melewati jalur perairan ini setiap hari, dan dunia bergantung pada energi Teluk Persia," ujarnya.
 
Ia menekankan realitas geopolitik bahwa, mengingat cadangan gas Iran dan Qatar yang besar, "seluruh dunia tahu bahwa tidak ada negara yang mampu mengecilkan peran Selat Hormuz."
 
Jenderal Fadavi mengatakan IRGC sepenuhnya siap untuk melindungi kawasan strategis ini dengan "kekuatan penuh" di seluruh wilayah maritim, darat, dan udara. "Jika musuh berusaha mengancam keamanan kami, kami akan menghadapi mereka dengan sekuat tenaga."
 
Ia mengutuk tindakan agresif Amerika Serikat dan rezim Zionis, menyebut mereka sebagai pemicu utama ketidakamanan global, mulai dari Teluk Persia hingga Amerika Latin.
 
Pernyataan Jenderal Fadavi muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional menyusul agresi 12 hari pada bulan Juni oleh AS dan rezim Zionis Israel, yang memicu serangan balasan Iran dengan rudal dan pesawat tak berawak di wilayah pendudukan Israel dan pangkalan militer AS di Qatar.
 
Tehran memandang kehadiran berkelanjutan dan tindakan provokatif pasukan militer ekstra-regional sebagai sumber utama ketidakamanan, yang menciptakan lingkungan yang bergejolak di mana ancaman konflik tetap konstan.[IT/r]
 
Comment