VIDEO: Tehran Gelar Latihan Angkatan Laut Skala Besar di Jalur Perairan Utama
Story Code : 1251549
Iranian naval drill
Latihan ini dilakukan setelah Zionis Israel dan AS melancarkan serangan rudal terhadap fasilitas nuklir Tehran awal tahun ini.
Latihan dua hari tersebut dimulai pada hari Kamis (4/12) dan melibatkan peluncuran rudal balistik dan jelajah, serangan drone terhadap target simulasi, dan operasi pertahanan udara, lapor media pemerintah.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam menembakkan rudal Qadr-110, Qadr-380, Qadir, dan 303 dari posisi-posisi yang jauh di dalam negeri. Target-target yang ditentukan di Teluk Oman diserang dengan presisi tinggi, menurut media lokal. Drone-drone dilaporkan secara bersamaan menyerang pangkalan musuh simulasi sebagai bagian dari latihan tersebut.
Menurut Press TV, latihan perang tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan "perdamaian dan persahabatan kepada negara-negara tetangga," sekaligus memperingatkan bahwa "setiap kesalahan perhitungan oleh musuh akan menghadapi respons yang tegas."
Unit-unit angkatan laut dilaporkan berlatih pertempuran pertahanan udara terhadap target yang datang dan dilatih untuk menahan peperangan elektronik. Laporan juga menyoroti penggunaan sistem pertahanan udara berbasis kapal selama latihan perang tersebut.
Latihan perang tersebut menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut selama berbulan-bulan. Pada bulan Juni, Israel dan AS melakukan serangan udara terkoordinasi terhadap situs nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan, dengan klaim bahwa serangan tersebut dimaksudkan untuk mencegah Iran memajukan program nuklirnya.
Tehran dengan keras membantah berupaya mendapatkan senjata nuklir dan mengutuk serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan yang tidak beralasan.
Para pejabat Iran sejak itu mengatakan bahwa fasilitas yang rusak akan dibangun kembali dan pengayaan uranium akan dilanjutkan. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan serangan itu tidak menghentikan kemampuan pengayaan Iran, sementara Presiden Masoud Pezeshkian telah menyatakan bahwa situs-situs tersebut akan dipulihkan.
Minggu ini, Iran juga menyelenggarakan latihan antiterorisme di provinsi Azerbaijan Timur dengan peserta Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), yang meliputi China, Rusia, India, Pakistan, dan beberapa negara Asia Tengah. Para pejabat Iran mengatakan bahwa kegiatan ini menunjukkan fokus Iran pada keamanan dalam negeri dan kerja sama keamanan internasional.
Pada fase kedua latihan angkatan lautnya, Angkatan Laut IRGC menembakkan rudal jarak jauh dan pesawat tak berawak ke sasaran di Teluk Oman sambil menguji pertahanan udara dan kesiapan peperangan elektronik di Teluk Persia dan Selat Hormuz.