Pertanyaan Peran Sara Netanyahu dan Penunjukan Pimpinan Mossad
Story Code : 1251739
Benjamin and Sara Netanyahu
Badai politik dan keamanan sedang terjadi di "Zionis Israel" menyusul laporan Channel 13 yang mengungkap pertemuan panjang antara Roman Gofman dan Sara Netanyahu, beberapa hari sebelum Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan penunjukan Gofman sebagai kepala Mossad.
Pengungkapan ini, yang dilaporkan oleh Maariv, telah memicu pengawasan luas di dalam lembaga keamanan Israel. Gofman, yang saat ini menjabat sebagai sekretaris militer Netanyahu, diperkirakan akan mengambil alih kepemimpinan Mossad pada Juni 2026.
Menurut Maariv, ini bukan pertama kalinya Sara Netanyahu dikaitkan dengan penunjukan keamanan senior.
Surat kabar tersebut mengingat kembali kasus-kasus intervensinya yang terdokumentasi sebelumnya di posisi-posisi kunci dalam aparat keamanan, yang menimbulkan kekhawatiran yang lebih luas tentang pengaruhnya terhadap keputusan resmi.
Sumber-sumber mengonfirmasi bahwa pertemuan Gofman dengan Sara Netanyahu terjadi sesaat sebelum pengangkatannya diumumkan. Waktu sesi tertutup tersebut memicu pertanyaan dan ketidaknyamanan di antara personel Mossad, banyak di antaranya dilaporkan terkejut dengan keputusan tersebut.
Kesaksian menyoroti intervensi masa lalu
Laporan tersebut menyoroti kesaksian-kesaksian sebelumnya tentang intervensi serupa. Pada tahun 2012, Brigadir Jenderal Guy Sur dipanggil ke Kantor Perdana Menteri untuk wawancara resmi, tetapi tiba-tiba ia malah diinterogasi oleh Sara Netanyahu.
Sur kemudian menyatakan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya "penting" dan bahwa ia kemudian mengerti bahwa ia tidak akan diangkat sebagai sekretaris militer.
Perdana Menteri Netanyahu secara terbuka membela keterlibatan istrinya, dengan sebelumnya menyatakan: "Ia adalah mitra dalam segala hal." Pengangkatan Gofman, kepala Mossad kedua dalam sejarah yang dipilih dari luar agensi tersebut, disambut baik oleh koalisi yang berkuasa. Namun, sumber-sumber di dalam Mossad dilaporkan menyatakan kekhawatiran atas keputusan tersebut, terutama mengingat investigasi internal yang sedang berlangsung mengenai peran Gofman dalam penangkapan kontroversial Ori Almakis, seorang anak laki-laki dari Askalan.
Lebih lanjut menambah kontroversi, Maariv mengutip kasus yang melibatkan mantan kepala Mossad Yossi Cohen, yang, menurut kesaksian dari pengusaha Arnon Milchan dan asistennya Hadas Klein, diduga menjanjikan kesetiaan pribadi kepada Benjamin dan Sara Netanyahu pada tahun 2013 untuk mengamankan pengangkatannya sebagai kepala Dewan Keamanan Nasional.
Juru bicara Netanyahu mengundurkan diri di tengah ketegangan dengan Sara Netanyahu
Sehubungan dengan catatan terkait, awal tahun ini, pada bulan Juli, Omer Dostri, juru bicara Netanyahu, mengundurkan diri kurang dari setahun menjabat, media Israel melaporkan.
Kepergiannya terjadi di tengah meningkatnya ketegangan internal di Kantor Perdana Menteri (PMO), termasuk laporan perselisihan dengan istri Netanyahu.
Beberapa laporan menunjukkan masalah mendasar yang lebih serius, terutama hubungan kerja yang memburuk dengan Sara Netanyahu. "Keputusan Dostri untuk segera mengundurkan diri disebabkan oleh serangkaian konflik yang semakin memanas dengan Sara Netanyahu, yang berperan penting dalam merusak lingkungan kerja di kantor tersebut," lapor Ynet.
The Jerusalem Post menambahkan bahwa Dostri telah menghadapi kritik internal setelah serangkaian kesalahan selama kunjungannya ke Washington, termasuk rilis informasi sensitif yang prematur mengenai daftar tawanan Hamas. Kesalahan ini dilaporkan membuat Perdana Menteri marah dan berujung pada teguran.[IT/r]