0
Tuesday 9 December 2025 - 04:46
Venezuela - AS:

Militer Venezuela Rekrut 5.600 Tentara Baru di Tengah Ancaman Militer AS

Story Code : 1252117
Venezuelan troops march during a military parade at the Carabobo military camp in Valencia, Carabobo state
Venezuelan troops march during a military parade at the Carabobo military camp in Valencia, Carabobo state
Upacara pelantikan pada hari Sabtu (5/12) di Fuerte Tiuna, pangkalan militer terbesar di ibu kota, dilakukan setelah Presiden Nicolas Maduro mendesak peningkatan perekrutan.
  
Washington menuduh, tanpa memberikan bukti, bahwa Maduro memimpin Kartel Narkoba de los Soles (Kartel Matahari), yang dicap sebagai organisasi teroris bulan lalu.
  
Maduro mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump di AS berusaha untuk menggulingkannya dan menyita sumber daya minyak negara tersebut. 
 
Menanggapi acara tersebut, Kolonel Gabriel Alejandro Rendon Vilchez, salah satu pejabat yang memimpin upacara tersebut, menyatakan, "Dalam keadaan apa pun kami tidak akan membiarkan invasi oleh kekuatan imperialis." 
 
Data resmi menunjukkan bahwa angkatan bersenjata Venezuela terdiri dari 200.000 tentara dan 200.000 personel polisi. Pada hari Sabtu, Maduro juga berbicara melalui telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengenai geopolitik global dan peningkatan kekuatan militer AS di Karibia. 
 
Pemimpin Turki tersebut "menyatakan keprihatinan yang mendalam atas ancaman yang baru-baru ini dihadapi Venezuela, khususnya pengerahan militer dan berbagai tindakan yang bertujuan mengganggu perdamaian dan keamanan di Karibia," ujar Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil dalam sebuah pernyataan.
  
Maduro menggambarkan manuver di Karibia sebagai tindakan agresi yang "ilegal, tidak proporsional, tidak perlu, dan bahkan berlebihan", seraya menambahkan bahwa Venezuela tetap berkomitmen pada perdamaian.
  
"Penting untuk menjaga saluran dialog tetap terbuka antara AS dan Venezuela," ujar Erdogan kepadanya, menurut pernyataan dari kantornya yang dirilis pada X, seraya menambahkan bahwa ia berharap "ketegangan akan mereda sesegera mungkin." 
 
Sejak Agustus, Komando Selatan AS telah mengirimkan kapal perang, kapal selam, kapal induk, skuadron F-35, dan 15.000 personel ke Karibia dan lepas pantai Venezuela dengan dalih memerangi perdagangan narkoba. Komando Selatan AS telah mengerahkan lebih lanjut Carrier Strike Group Twelve (CSG-12), termasuk USS Gerald R. Ford, kapal induk terbesar di dunia, ke wilayah tersebut.
  
Pasukan AS yang ditempatkan di sana telah melancarkan serangan mematikan terhadap lebih dari 20 kapal yang diduga sebagai kapal penyelundup narkotika, menewaskan sedikitnya 87 orang.
  
Para pejabat di Caracas mengecam serangan tersebut sebagai bentuk permusuhan AS yang disengaja untuk mengintimidasi wilayah tersebut dan melemahkan kedaulatan Venezuela di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.[IT/r]
 
Comment