QR CodeQR Code

Palestina vs Zionis Israel:

Gaza Alami 738 Pelanggaran Israel dalam 60 Hari Gencatan Senjata, Krisis Kemanusiaan Memburuk

10 Dec 2025 03:43

IslamTimes - Meskipun gencatan senjata resmi telah ditegakkan sepenuhnya oleh faksi-faksi perlawanan Palestina, Zionis Israel terus menyerang Gaza, melakukan ratusan pelanggaran yang telah mengakibatkan lebih dari 1.300 warga Palestina tewas atau terluka sejak perjanjian tersebut berlaku. 


Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan pada hari Selasa (9/12) bahwa pasukan pendudukan Zionis Israel melakukan 738 pelanggaran selama 60 hari pertama gencatan senjata, membuat daerah kantong itu berada di bawah blokade yang menyesakkan dan hanya memenuhi 38% dari komitmen kemanusiaan minimumnya. 
 
Seorang pemuda Palestina terluka setelah sebuah benda yang ditinggalkan oleh pasukan pendudukan Zionis Israel meledak di daerah Al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis. pic.twitter.com/o7knw6Vvgx
— Quds News Network (@QudsNen) 9 Desember 2025 
 
Menurut pernyataan tersebut, Zionis telah melakukan "pelanggaran berat dan sistematis" sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober 2025 hingga Senin malam—tindakan yang merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional dan pelemahan yang disengaja terhadap perjanjian dan protokol kemanusiaannya. 
 
Pemerintah merinci pelanggaran-pelanggaran tersebut sebagai berikut:
·205 insiden penembakan langsung yang menargetkan warga sipil
·37 serangan kendaraan militer ke wilayah permukiman
·358 serangan dan pemboman terhadap warga sipil tak bersenjata dan rumah mereka
·138 pembongkaran rumah, institusi, dan bangunan sipil 
 
Tindakan-tindakan ini mengakibatkan tewasnya 386 warga Palestina dan melukai 980 lainnya, di samping 43 penangkapan tidak sah yang dilakukan oleh pasukan Zionis Israel.
 
Komitmen Kemanusiaan Dirusak
Kantor media menegaskan bahwa Zionis Israel gagal memenuhi bahkan tingkat dasar bantuan kemanusiaan yang disepakati. Hanya 13.511 truk yang memasuki Gaza dari 36.000 truk yang seharusnya diizinkan selama masa gencatan senjata—rata-rata 226 truk per hari, dibandingkan dengan kuota harian 600 truk. 
 
Pengiriman bahan bakar bahkan lebih dibatasi: Gaza hanya menerima 315 truk bahan bakar dari 3.000 yang ditetapkan—hanya 10% dari jumlah yang disepakati—dengan rata-rata 5 truk per hari, bukan 50. Hal ini membuat rumah sakit, toko roti, fasilitas air, dan jaringan sanitasi berada di ambang penutupan, memperparah kesulitan yang dihadapi warga sipil di seluruh Jalur Gaza. 
 
Pertahanan Sipil di Gaza melaporkan bahwa timnya di Kota Gaza telah memindahkan 15 jenazah tambahan, termasuk empat jenazah yang tidak teridentifikasi, untuk hari kedua berturut-turut.
 
Jenazah-jenazah ini telah dimakamkan di halaman Rumah Sakit Al-Shifa selama genosida Israel di Gaza dan sekarang sedang... pic.twitter.com/RolVRS13FE
— Quds News Network (@QudsNen) 9 Desember 2025
 
 
Kantor media memperingatkan bahwa pelanggaran Zionis Israel yang terus berlanjut merupakan pengelakan gencatan senjata yang berbahaya dan upaya untuk memaksakan rezim kemanusiaan yang didasarkan pada paksaan, perampasan, dan tekanan politik. Kantor media tersebut menganggap Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas memburuknya situasi kemanusiaan, meningkatnya jumlah korban tewas, dan penghancuran properti warga sipil.
 
 
Pernyataan tersebut mendesak masyarakat internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Presiden AS Donald Trump, dan pihak-pihak yang mensponsori perjanjian tersebut untuk menegakkan kewajiban hukum dan moral mereka dengan memaksa Israel untuk menghormati komitmennya sepenuhnya. 
 
Pernyataan tersebut menyerukan tindakan segera untuk melindungi warga sipil dan memastikan aliran bantuan kemanusiaan dan bahan bakar yang tidak terputus sebagaimana diamanatkan oleh gencatan senjata—langkah-langkah yang dianggap penting untuk menghadapi bencana yang sedang berlangsung di Gaza.[IT/r]
 


Story Code: 1252309

News Link :
https://www.islamtimes.com/id/news/1252309/gaza-alami-738-pelanggaran-israel-dalam-60-hari-gencatan-senjata-krisis-kemanusiaan-memburuk

Islam Times
  https://www.islamtimes.com