Bank Sentral Irak Resmi Menghapus Hizbullah dan Ansarullah dari Daftar Aset yang Dibekukan
Story Code : 1252311
Flags of Hezbollah and Ansarullah raised in Baghdad
Media Irak melaporkan pada hari Selasa (9/12) bahwa Komite Pembekuan Aset di Bank Sentral negara itu telah mengubah Keputusan No. (24) tahun 2025. Berdasarkan amandemen ini, semua jabatan dan entitas yang sebelumnya terkait dengan Hizbullah Lebanon dan gerakan Ansarullah Yaman telah dihapus dari daftar pembekuan aset.
Teks yang diterbitkan oleh Komite menegaskan bahwa amandemen baru tersebut melibatkan pembatalan klausul keputusan sebelumnya yang menempatkan kelompok-kelompok ini dalam daftar pembekuan aset.
Ditegaskan juga bahwa keputusan amandemen tersebut harus dipublikasikan dalam Lembaran Negara Irak dan di situs web Kantor Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme, dan berlaku efektif sejak tanggal penerbitan.
Sebelumnya, Komite Pembekuan Aset di Bank Sentral Irak keliru memasukkan nama Hizbullah dan gerakan Ansarullah ke dalam daftar "kelompok teroris".
Menyusul kesalahan ini, Perdana Menteri Irak Mohammed Shia’ Al-Sudani memerintahkan penyelidikan segera atas kesalahan yang dibuat dalam Keputusan No. 61 Tahun 2025 oleh Komite Pembekuan Aset Teroris—keputusan yang dipublikasikan dalam Edisi 4848 Lembaran Negara Irak pada 17 November 2025.
Menurut kantor Perdana Menteri, keputusan tersebut memuat teks yang "tidak mencerminkan kenyataan", yang mengklarifikasi bahwa Irak hanya menyetujui permintaan Malaysia untuk membekukan aset yang terkait dengan ISIS dan Al-Qaeda, dan tidak lebih.
Pemerintah Irak menekankan dalam pernyataannya bahwa sikap politik dan kemanusiaannya terkait agresi terhadap rakyat Lebanon dan Palestina bersifat berprinsip dan tetap, serta tidak dapat dinegosiasikan.
Sikap-sikap ini, tegas pemerintah, mencerminkan keinginan rakyat Irak dalam mendukung hak-hak bangsa-bangsa di kawasan tersebut untuk mendapatkan kebebasan dan kehidupan yang bermartabat.[IT/r]