0
Wednesday 10 December 2025 - 04:03
Iran - AS:

Pejabat: Replikasi Shahed-136 oleh AS Menunjukkan Keunggulan Drone Iran

Story Code : 1252315
Iranian-designed Shahed-136 loitering munition attack drone
Iranian-designed Shahed-136 loitering munition attack drone
Berbicara kepada wartawan di sela-sela kunjungan ke Museum Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Tehran pada hari Selasa (9/12), Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi menyatakan bahwa keputusan negara-negara yang menggambarkan diri mereka sebagai pelopor dalam teknologi militer, khususnya Amerika Serikat, untuk merekayasa ulang drone kamikaze Iran mencerminkan skala kemajuan teknologi negara tersebut. 
 
“Tidak ada sumber kebanggaan dan kehormatan yang lebih besar daripada melihat negara adidaya teknologi yang memproklamirkan diri berlutut di depan drone Iran dan mengkloningnya,” kata Shekarchi. 
 
Ia menggambarkan tindakan tersebut sebagai upaya musuh untuk mengisi kekosongan strategis mereka di bidang militer, memuji Pasukan Dirgantara IRGC sebagai pemain terkemuka dalam lanskap pertahanan global yang dapat melawan sistem dominasi yang telah lama ada. 
 
The Wall Street Journal melaporkan pekan lalu bahwa militer AS mengerahkan pesawat nirawak kamikaze ke Asia Barat yang disalin dan direkayasa ulang dari Shahed-136 Iran.
  
Komando Pusat AS (CENTCOM) baru-baru ini mengumumkan pembentukan Satuan Tugas Serang Kalajengking (TFSS). TFSS adalah skuadron Sistem Serangan Tempur Tak Berawak Berbiaya Rendah (LUCAS), pesawat nirawak serang satu arah. 
 
Badan pesawat yang ringkas dan penampang radar yang rendah dari pesawat nirawak Shahed-136 menyulitkan deteksi dini dan intersepsi, terutama ketika dikerahkan dalam serangan berkelompok besar. 
 
Biaya produksi yang rendah dan kemudahan peluncuran telah menjadikan pesawat rancangan Iran ini alat yang efektif untuk melumpuhkan dan mengganggu jaringan pertahanan udara musuh. 
 
Drone ini sering digunakan bersama sistem ofensif lainnya dan berfungsi sebagai platform gelombang pertama untuk melemahkan pertahanan udara sebelum serangan rudal balistik atau amunisi berpemandu presisi diluncurkan. 
 
Di tempat lain dalam sambutannya pada hari Selasa (9/12), Shekarchi mengatakan Iran telah muncul lebih kuat di arena strategis setelah perang 12 hari yang diberlakukan oleh rezim Zionis Israel dan AS pada bulan Juni. 
 
Mengomentari latihan kontraterorisme besar yang melibatkan berbagai unit militer dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di provinsi barat laut Azerbaijan Timur, Shekarchi mengatakan Iran berbagi pengalaman lapangannya dengan blok Shanghai selama latihan perang Sahand-2025 selama lima hari. 
 
Sinergi di antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai merupakan "kekuatan yang independen dan kuat melawan sistem hegemonik Barat," ujarnya.[IT/r]
 
Comment