0
Saturday 13 December 2025 - 04:18
Turki - AS:

Turki dan AS Melanjutkan Diskusi tentang F-35 sementara Ankara Tetap Teguh pada S-400

Story Code : 1252917
US Air Force image, a B-52H Stratofortress bomber flies with Marine Corps F-35B Lightning II aircraft in the US Southern Command
US Air Force image, a B-52H Stratofortress bomber flies with Marine Corps F-35B Lightning II aircraft in the US Southern Command
Kementerian Pertahanan Turki menyatakan pada hari Jumat bahwa Turki dan Amerika Serikat melanjutkan diskusi tentang sanksi AS dan hambatan yang mencegah Ankara untuk bergabung kembali dengan program jet tempur F-35. Namun, mereka menegaskan bahwa tidak ada perubahan yang terjadi terkait kepemilikan Turki atas sistem pertahanan udara S-400 Rusia.
 
Perselisihan yang sedang berlangsung antara kedua anggota NATO ini bermula pada tahun 2020, ketika Washington mengeluarkan Ankara dari program F-35 yang dipimpin Lockheed Martin dan menjatuhkan sanksi atas akuisisi sistem S-400 oleh Turki, yang dianggap AS sebagai ancaman keamanan. Turki telah berulang kali menggambarkan langkah tersebut sebagai tidak adil.
 
Kedua belah pihak telah menyatakan harapan bahwa sanksi CAATSA dan pembatasan hukum AS dapat diselesaikan selama masa jabatan kedua Presiden Donald Trump, membuka jalan bagi kembalinya Turki ke sisi pengadaan dan manufaktur program F-35.
 
Tidak ada perkembangan baru tentang S-400
Duta Besar AS untuk Ankara, Tom Barrack, menyatakan pada hari Rabu (10/12) bahwa diskusi sedang berlangsung. Namun, ia menekankan bahwa hukum AS melarang Turki untuk mengoperasikan atau memiliki sistem S-400 jika bermaksud untuk bergabung kembali dengan program F-35.
 
Amerika Serikat sedang dalam diskusi yang sedang berlangsung dengan Turki mengenai keinginan mereka untuk bergabung kembali dengan program F-35 dan kepemilikan mereka atas sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia. Sebagaimana diatur dalam hukum AS, Turki tidak boleh lagi mengoperasikan atau memiliki sistem S-400 untuk kembali ke program F-35…
— Duta Besar Tom Barrack (@USAMBTurkiye) 9 Desember 2025
 
Menanggapi pernyataan Barrack, Kementerian Pertahanan Turki menyatakan dalam konferensi pers, “Tidak ada perkembangan baru mengenai sistem pertahanan udara S-400, yang telah dimasukkan dalam agenda beberapa hari terakhir.”
 
Kementerian tersebut menegaskan bahwa diskusi diplomatik dengan AS sedang berlangsung. “Diskusi diplomatik Turki dengan AS terus berlanjut mengenai pencabutan sanksi dan hambatan terhadap pengadaan F-35 dan penerimaan kembali negara kami ke dalam program tersebut,” bunyi pernyataan itu.
 
Ditambahkan, “Menangani proses terkait proyek F-35 dalam semangat aliansi, melalui dialog timbal balik dan konsultasi konstruktif, akan memberikan kontribusi positif bagi hubungan bilateral.”
 
Fidan: Sanksi mungkin akan dicabut 'segera'
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyatakan pekan lalu bahwa ia yakin Turki dan Amerika Serikat akan "segera" menemukan jalan untuk mencabut sanksi AS.
 
Washington berpendapat bahwa sistem S-400 buatan Rusia menimbulkan ancaman bagi jet F-35-nya dan infrastruktur pertahanan NATO yang lebih luas. Turki menolak klaim ini, menegaskan bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO.[IT/r]
 
Comment