
QR Code
Iran - Zionis Israel:
Balistik Terus Berlanjut | Pengakuan Baru dari Israel
15 Dec 2025 03:44
IslamTimes - Majalah Times of Israel dalam sebuah laporan mengungkapkan bahwa perkiraan yang dibuat oleh Mossad dan militer Zionis Israel mengenai kerusakan yang ditimbulkan terhadap program misil Iran ternyata salah.
Setelah berakhirnya perang 12 hari yang dipaksakan oleh Zionis Israel dan Amerika Serikat terhadap rakyat Iran, secara perlahan realitas penting tentang perang ini mulai terungkap. Laporan tersebut menyatakan bahwa meskipun terdapat undang-undang penyensoran perang yang ketat di wilayah yang diduduki, yang diterapkan untuk mencegah penyebaran informasi mengenai fakta-fakta perang 12 hari, namun secara bertahap beberapa media Zionis Israel dan Barat mulai mengungkapkan kegagalan-kegagalan yang dialami oleh rezim Zionis Israel.
Dalam laporan terbaru, Times of Israel mengungkapkan bahwa perkiraan Mossad dan militer Zionis Israel tentang kerusakan yang dialami oleh program misil Iran selama perang 12 hari ternyata salah. Dalam laporan tersebut disebutkan: "Zionis Israel kini percaya bahwa kerusakan yang ditimbulkan terhadap program misil balistik Iran selama perang 12 hari, lebih sedikit daripada perkiraan awal." Laporan ini pada dasarnya menunjukkan bahwa operasi-operasi militer Israel dalam perang 12 hari untuk melemahkan kemampuan pertahanan misil Iran telah gagal.
Pengakuan Kegagalan Operasi Zionis Israel
Selama perang 12 hari dan beberapa minggu setelah perang berakhir, pejabat-pejabat Israel dan beberapa media yang terkait dengan rezim ini mengklaim bahwa mereka telah menghancurkan sebagian besar program misil Iran. Namun, setelah perang berhenti, klaim-klaim tersebut semakin memudar.
Selain laporan dari Times of Israel, harian Maariv juga baru-baru ini mengungkapkan bahwa pejabat militer Israel khawatir dengan aktivitas misil Iran. Maariv mengutip seorang sumber yang mengatakan bahwa perwakilan militer Israel dalam sebuah pertemuan tertutup di Knesset menyatakan bahwa Iran sedang memproduksi misil balistik dengan cepat dan memperingatkan akan hal ini.
Pejabat militer Zionis Israel tersebut juga menyatakan bahwa Iran telah melanjutkan pembangunan misil balistik dengan kecepatan yang lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya. Laporan dari Maariv ini, bersama dengan berita dari Times of Israel, menunjukkan bahwa perkiraan dan perhitungan Israel tentang kemampuan misil Iran setelah perang 12 hari ternyata salah. Beberapa analis berpendapat bahwa laporan-laporan media dari rezim Israel ini sebenarnya bertujuan untuk menciptakan dasar bagi serangan kembali oleh rezim Israel dengan bantuan Amerika terhadap Iran.
Dua Tujuan Utama dari Pengungkapan ini
Menurut analisis ini, media-media ini dengan merujuk pada kekuatan misil Iran, sedang berusaha untuk membenarkan kebutuhan serangan ulang terhadap Iran. Namun, beberapa pengamat berpendapat bahwa pengungkapan-pengungkapan ini sebenarnya bertujuan untuk menunjukkan kenyataan tentang kekuatan pertahanan misil Iran dan mengingatkan rezim Israel agar tidak melakukan serangan lagi terhadap Iran.
Mereka berpendapat bahwa beberapa media ini, seperti Times of Israel yang dikenal kritis terhadap Benjamin Netanyahu, sebenarnya sedang mengungkap kenyataan tentang kegagalan Zionis Israel dalam mencapai tujuan yang ditetapkan dalam perang 12 hari.
Secara umum, pengungkapan ini memiliki dua tujuan utama:
- 1. Kegagalan Rencana Netanyahu untuk Menyerang Iran: Pengakuan bahwa perkiraan militer Israel tentang kerusakan yang ditimbulkan terhadap program misil balistik Iran salah, menunjukkan ketidakmampuan rezim ini dalam melemahkan kekuatan misil Iran.
- 2. Menunjukkan Kekuatan Pertahanan Misil Iran dan Kemampuan Iran untuk Membalas Serangan terhadap Israel: Pengakuan bahwa Iran berhasil mempertahankan kemampuan misilnya menunjukkan bahwa opini publik di wilayah yang diduduki, yang sebelumnya menganggap serangan militer terhadap Iran sebagai hal yang mungkin, kini semakin khawatir akan konsekuensi dari serangan ulang terhadap Iran.
Peningkatan Kekuatan Pertahanan Iran
Laporan Times of Israel menyebutkan bahwa militer Israel telah sampai pada kesimpulan bahwa perkiraan awal mereka tentang kerusakan yang ditimbulkan terhadap program misil balistik Iran adalah salah, dan kerusakan yang terjadi lebih sedikit dari yang mereka duga. Sementara itu, Maariv juga melaporkan bahwa Iran sedang memproduksi misil balistik lebih cepat dari yang diperkirakan.
Ketika kedua laporan ini digabungkan, mereka menunjukkan bahwa kemampuan pertahanan misil Iran kini lebih kuat dibandingkan pada 23 Juni. Sebagian besar analis percaya bahwa Zionis Israel dan Amerika Serikat kini tidak lagi memiliki keuntungan dalam mengagetkan Iran.
Dengan demikian, kombinasi dari dua pernyataan ini — kesiapan dan kewaspadaan militer Iran — menunjukkan bahwa kemampuan Iran dalam melawan serangan militer dari Israel dan Amerika lebih besar dari sebelumnya.
Pembelajaran dari Pengalaman Perang 12 Hari
Salah satu aspek yang sangat penting dalam perhitungan terkait keseimbangan kekuatan dan strategi perang antara Iran dan Israel adalah pengalaman yang didapat Iran dari perang 12 hari.
Selain mengungkapkan kekuatan dan kelemahan Iran, pengenalan terhadap kekuatan dan kelemahan rezim Zionis Israel juga sangat penting dalam perencanaan dan taktik perang Iran jika terjadi konfrontasi lebih lanjut. Salah satu pelajaran penting yang didapat adalah efektivitas sistem pertahanan misil Zionis Israel.
Berdasarkan laporan dan pernyataan pejabat militer dan politik Iran, pada hari kelima perang 12 hari, Iran dapat menguasai hampir sepenuhnya ruang udara Palestina yang diduduki. Proses ini berlangsung sedemikian rupa sehingga pada hari ke-12 perang, sekitar 90% misil yang ditembakkan oleh Iran berhasil menembus sistem pertahanan Israel. Angka 90% ini menunjukkan dominasi penuh Iran atas ruang udara wilayah yang diduduki.
Setelah perang berhenti, Zionis Israel, dengan bantuan pemerintahan Trump, berusaha untuk memperkuat sistem pertahanan di wilayah yang diduduki. Namun, para analis percaya bahwa mengingat pengalaman perang 12 hari, langkah ini tidak akan efektif, karena Iran dapat menembakkan lebih banyak misil untuk mengganggu kinerja sistem pertahanan tersebut.
Baru-baru ini, The New York Times melaporkan tentang salah satu taktik penting yang akan digunakan Iran jika terjadi serangan militer lagi dari Israel. Laporan tersebut menyebutkan bahwa Iran berencana untuk segera meluncurkan 2.000 misil ke sasaran-sasaran tertentu di wilayah yang diduduki jika terjadi serangan militer dari Zionis Israel. Pengabaian laporan ini oleh media Israel dengan jelas menunjukkan ketakutan mereka terhadap desain pertahanan Iran. Bahkan meluncurkan setengah dari jumlah tersebut dalam waktu singkat dapat membuka "pintu neraka" bagi rezim Zionis Israel.
Kekuatan yang Tak Terbendung
Menurut laporan-laporan yang ada, kemampuan misil Iran kini jauh lebih kuat dari sebelumnya, dan pengakuan media Zionis Israel tentang penguatan kekuatan misil Iran, menunjukkan bahwa kemampuan pertahanan ini sekarang memiliki dampak penghalang yang lebih besar terhadap setiap perencanaan serangan militer baru dari Zionis Israel.
Dengan meningkatnya kekuatan misil Iran, ini berarti semakin besar kerugian dan biaya yang akan ditanggung oleh Zionis Israel jika terjadi perang baru. Mengingat kenyataan ini, pengakuan media Zionis Israel terhadap peningkatan kekuatan misil Iran pada saat ini lebih mencerminkan peningkatan kemampuan pencegah (deterrence) Iran daripada menjadi landasan untuk merencanakan serangan militer baru terhadap Iran.[IT/r]
Story Code: 1253275
Islam Times
https://www.islamtimes.com