Serangan Udara Yordania yang Diduga Menghantam Lokasi Penyelundupan Narkoba di Suweida
Story Code : 1255571
Jordanian soldier stands at the north eastern border with Syria, close to the informal Rukban camp
Serangan udara yang diyakini dilakukan oleh Yordania menargetkan jaringan penyelundupan narkoba pada hari Rabu (24/12) di Suweida timur, menurut sumber setempat.
Serangan tersebut dilaporkan menghantam posisi yang terkait dengan penyelundup narkoba di desa al Shaab, daerah yang dikatakan berada di bawah kendali geng bersenjata.
Serangan udara tambahan dilaporkan menghantam sebuah pertanian yang digunakan untuk penyimpanan narkoba milik seorang penyelundup terkenal, yang terletak di sepanjang jalan yang menghubungkan desa Khazmeh dan Malah di pedesaan selatan Suweida.
Tidak ada konfirmasi resmi segera dari pihak berwenang Yordania, dan tidak ada angka korban jiwa yang dilaporkan pada saat pelaporan.
Suriah dan Yordania Menegaskan Kembali Kerja Sama
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa, yang berada di fase transisi, menerima Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi, yang menyampaikan salam dari Raja Abdullah II, pada bulan April lalu, di Damaskus.
Ia juga menyampaikan pesan lisan dari Raja Yordania yang menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat hubungan antara Suriah dan Yordania. Pesan tersebut menekankan dukungan berkelanjutan Yordania untuk keamanan, stabilitas, dan upaya rekonstruksi Suriah yang sedang berlangsung.
Sebagai balasan, Al-Sharaa menyampaikan salamnya kepada Raja Abdullah II dan menyoroti ikatan yang erat antara Suriah dan Yordania. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan Yordania dan menegaskan kembali keinginan Suriah untuk mengembangkan hubungan lebih lanjut dengan Yordania di semua sektor demi kepentingan kedua negara.
Kementerian Luar Negeri Suriah menerbitkan rincian pertemuan antara al-Sharaa dan Safadi di Damaskus, mencatat bahwa diskusi tersebut meninjau hasil KTT Amman antara Raja Abdullah II dan Presiden al-Sharaa, yang diadakan pada 26 Februari 2025. Kedua pihak menggarisbawahi pentingnya koordinasi yang berkelanjutan dan peningkatan kerja sama di berbagai bidang, dengan tujuan untuk meningkatkan hubungan bilateral ke potensi tertingginya.
Disepakati bahwa Dewan Koordinasi Tinggi akan dibentuk, yang mencakup bidang-bidang seperti energi, kesehatan, transportasi, dan pendidikan, dengan pertemuan perdananya direncanakan dalam beberapa minggu mendatang.[IT/r]