Somalia Menentang Pemindahan Paksa Warga Palestina dari Gaza
Story Code : 1257042
Mengutip laporan Sputnik Rusia pada Minggu, Sheikh Mohamud, menanggapi perkembangan terbaru di Gaza serta langkah Israel yang mengakui Somaliland, menyatakan bahwa Somalia tidak akan menjadi arena konflik regional maupun menerima rencana apa pun terkait pemukiman ulang warga Palestina.
Dalam pidatonya di hadapan Parlemen Federal Somalia, ia menekankan bahwa negaranya tidak akan pernah menjadi panggung bagi agresi terhadap negara lain dan menolak pemindahan peperangan ke wilayah Somalia. Ia menyebut tindakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai pelanggaran paling serius terhadap kedaulatan Somalia, serta menolak segala upaya untuk menyeret krisis regional ke negaranya.
Sementara itu, Perdana Menteri Somalia Hamza Abdi Barre mengecam pengakuan Israel terhadap Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat, dengan menyebut langkah tersebut batal demi hukum dan tidak memiliki dasar legal apa pun.
“Somalia adalah negara merdeka dengan batas wilayah yang diakui secara internasional, dan setiap pelanggaran terhadap persatuan serta integritas teritorialnya merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional,” tegas Barre. “Pemerintah Federal dan rakyat Somalia secara tegas menolak tindakan ini.”
Barre menilai sikap Israel tersebut tergesa-gesa dan menyatakan bahwa akan lebih tepat jika rezim tersebut mengakui Negara Palestina yang hingga kini masih berada di bawah pendudukan dan agresi. Ia juga memperingatkan bahwa langkah Israel tersebut bertujuan memperkuat pengaruhnya di kawasan Tanduk Afrika serta menguasai Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab, termasuk melalui pendirian pangkalan militer—yang menurutnya merupakan ancaman langsung terhadap keamanan Somalia dan stabilitas kawasan secara keseluruhan.
Pengakuan Israel terhadap Somaliland telah memicu kecaman luas dari Somalia, negara-negara tetangga, dan berbagai organisasi internasional, yang menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Somalia dan hukum internasional.
Reaksi semakin menguat setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Jumat mengumumkan bahwa Israel dan Somaliland telah menandatangani deklarasi bersama untuk menjalin hubungan diplomatik penuh, yang disebutnya sebagai langkah “dalam semangat Abraham Accords”, perjanjian yang dimediasi Amerika Serikat pada 2020 untuk menormalisasi hubungan Israel dengan sejumlah negara Arab.
Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada 1991, namun hingga kini belum mendapatkan pengakuan dari satu pun negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. [IT/G]