'Israel' dan Maroko Menandatangani Rencana Kerja Sama Militer, Memperdalam Hubungan
Story Code : 1257988
The Israeli and Moroccan flags
'Zionis Israel' dan Maroko telah menandatangani rencana kerja militer bersama untuk tahun 2026 dalam pertemuan ketiga Komite Militer Bersama mereka yang diadakan minggu ini di Tel Aviv, demikian diumumkan oleh komando militer pendudukan Zionis Israel.
Perjanjian ini datang lima tahun setelah kedua pemerintah menormalisasi hubungan di bawah kesepakatan normalisasi yang didorong oleh AS pada akhir 2020.
Menurut militer pendudukan Zionis Israel, pembicaraan dipimpin oleh Direktorat Perencanaan Pasukan Israel dan Divisi Tevel, yang bertanggung jawab atas hubungan militer luar negeri. Pertemuan tersebut mencakup sesi kerja profesional, serta kunjungan ke unit militer Israel, industri senjata, dan direktorat terkait.
Fokus utama dari diskusi adalah panel yang membahas pembangunan kekuatan dari apa yang disebut militer pendudukan Israel sebagai "perspektif strategis", bersama dengan identifikasi tujuan bersama untuk memperluas kerja sama antara kedua militer.
Militer Israel mengatakan bahwa pertemuan ini menandai tonggak lain dalam memperdalam kerja sama keamanan dengan Rabat, menyebut Maroko sebagai "mitra utama untuk stabilitas regional."
Peralihan Lebih Luas Menuju Pemasok Pertahanan Zionis Israel
Rencana kerja ini membangun reorientasi yang lebih dalam terhadap pengadaan Maroko yang beralih ke perusahaan dan entitas Israel. Laporan media Zionis Israel mencatat beberapa pembelian besar dan proyek kerjasama yang melibatkan industri Zionis Israel.
Dalam kesepakatan terbaru, BlueBird, anak perusahaan Israel Aerospace Industries (IAI), meresmikan pabrik di Benslimane, di pinggiran Casablanca, Maroko, untuk memproduksi drone serangan satu arah SpyX.
Maroko juga menandatangani kontrak dengan IAI, yang dilaporkan bernilai sekitar $1 miliar, untuk penyediaan dua satelit pengintai militer kelas Ofek 13. Kesepakatan ini diselesaikan pada akhir 2023, dengan kontrak resmi diproses pada pertengahan 2024. Kesepakatan lainnya termasuk sistem pertahanan udara Barak-8 dan Barak MX, Spider dari Rafael, dan roket pandu Elbit/IAI dari keluarga EXTRA.
Secara paralel, Rabat dilaporkan telah membeli 36 sistem artileri ATMOS dan menyelesaikan uji coba roket pandu 306 mm dengan jangkauan hingga 150 km dan hulu ledak berat, yang kini dipandang sebagai peluang bisnis yang berkurang bagi pemasok Barat, termasuk mitra pertahanan lama Prancis.
Implikasi Geopolitik dan Regional
Hubungan industri dengan perusahaan senjata Israel akan memiliki dampak strategis di Afrika Utara.
Bagi Rabat, akses ke teknologi pesawat tanpa awak (UAV) dan teknologi luar angkasa Israel mempercepat modernisasi angkatan bersenjatanya dan menciptakan lapangan kerja serta keterampilan teknologi tinggi di dalam negeri, yang semakin mengukuhkan orientasi pro-Barat Maroko.
Di sisi lain, bagi pesaing regional, khususnya Aljazair dan Front Polisario, kemampuan serangan dan pengawasan Maroko yang semakin berkembang merupakan pergeseran nyata dalam keseimbangan militer regional, yang menjadi semakin signifikan dengan adanya dukungan mendalam dari Zionis Israel di balik sistem-sistem baru ini.
Peralihan ini juga merupakan kemunduran bagi pemasok tradisional, terutama Prancis, yang selama beberapa dekade mendominasi posisi dalam pengadaan pertahanan Maroko. Hubungan komersial dan industri yang lebih dalam antara perusahaan Israel dengan Rabat kini mengikis pengaruh Prancis, sementara memperluas jejak 'Zionis Israel' di kawasan tersebut.[IT/r]