Keluarga Prajurit Israel yang Meninggal karena Bunuh Diri Ajukan Gugatan ke Pengadilan untuk Pengakuan dari Militer
Story Code : 1258226
Israeli Soldier
Para keluarga tersebut berupaya menghentikan penerapan rekomendasi yang dikeluarkan pekan lalu oleh sebuah komite yang ditugaskan untuk meninjau respons tentara pendudukan Zionis Israel terhadap kasus bunuh diri yang terkait dengan trauma psikologis akibat dinas militer.
Pekan lalu, komite tersebut menyimpulkan bahwa militer Zioni Israel akan bertanggung jawab atas prajurit yang meninggal akibat bunuh diri, namun tidak akan mengklasifikasikan mereka sebagai korban gugur dalam dinas militer.
Channel 13 Zionis Israel melaporkan bahwa sejak pecahnya perang di Gaza, sedikitnya 74 prajurit dan perwira Zioni Israel telah melakukan bunuh diri, sementara sekitar 279 percobaan bunuh diri juga tercatat di dalam tubuh militer.
Petisi tersebut diajukan oleh Jerusalem Institute of Justice dan Combat Diamonds Forum—sebuah organisasi yang mendukung para veteran tempur dengan gangguan stres pascatrauma (PTSD). Petisi itu menuntut pengakuan penuh bagi para prajurit yang mengakhiri hidup mereka setelah menjalani dinas, dengan memberikan status yang sama seperti prajurit yang gugur saat bertugas. Hal ini dilaporkan oleh Channel 13 Zioni Israel pada hari Rabu (7/1).
Para pemohon berpendapat bahwa terdapat hubungan langsung antara dinas militer dan tindakan bunuh diri tersebut, dengan menyoroti beban mental berat yang ditimbulkan oleh pengalaman tempur.
Tomer Wasserstein, saudara dari seorang tentara cadangan Israel yang meninggal karena bunuh diri pada Juli lalu, mengatakan bahwa saudaranya “telah mengorbankan jiwanya di medan pertempuran dan tidak mampu hidup dengan bayangan-bayangan yang ia lihat selama dinasnya,” sebagaimana dikutip oleh media Zionis Israel.
“Para prajurit yang telah dan terus mengorbankan hidup mereka agar kami dapat merasa aman layak mendapatkan penghormatan yang semestinya dan pengakuan penuh di masa penderitaan mereka,” tambahnya.
The Times of Israel mengutip Direktur Bantuan Hukum di Jerusalem Institute of Justice, Rotem Ben-Simhon, yang menyatakan bahwa “sedikitnya 74 prajurit dan personel dinas telah meninggal akibat bunuh diri karena tekanan mental yang terkait dengan dinas mereka, dengan sekitar 279 percobaan bunuh diri.”
Tentara pendudukan Zioni Israel sendiri tengah bergulat dengan dampak psikologis dari perang di Gaza. Pekan lalu, militer mengumumkan bahwa 21 prajurit telah melakukan bunuh diri sepanjang tahun 2025, yang menjadi indikasi lebih lanjut dari memburuknya krisis psikologis di dalam jajaran mereka pascaperang Gaza.[IT/r]