0
Thursday 8 January 2026 - 05:24
Venezuela - AS:

Rodriguez Menyatakan ‘Tidak Ada Agen Asing’ yang Memimpin Venezuela

Story Code : 1258228
Venezuela’s interim leader, Delcy Rodriguez
Venezuela’s interim leader, Delcy Rodriguez
Rodriguez, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden Maduro sebelum penculikan tersebut, berbicara dalam sebuah acara televisi pada hari Selasa (6/1), sehari setelah Maduro dan istrinya, Cilia Flores, menyatakan tidak bersalah di pengadilan New York atas tuduhan konspirasi perdagangan narkoba. 
 
“Pemerintah Venezuela yang berkuasa di negara kita, dan bukan orang lain. Tidak ada agen asing yang memerintah Venezuela,” kata Rodriguez, yang dilantik sebagai presiden sementara dengan dukungan dari Mahkamah Agung dan militer Venezuela. 
 
“Pemerintah Venezuela berkuasa di negara kita, bukan orang lain—tidak ada agen eksternal yang memerintah Venezuela.” 
 
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, pada hari Selasa menolak klaim Donald Trump bahwa AS mengendalikan Venezuela pic.twitter.com/SR2tgGx5L9
— Middle East Eye (@MiddleEastEye) 7 Januari 2026 
 
Dia menolak klaim bahwa Amerika Serikat mengendalikan negara tersebut dan menyerukan persatuan di tengah meningkatnya ketegangan. 
 
Sementara itu, jaksa agung Venezuela menyerukan pembebasan segera Maduro dan istrinya.
“Operasi militer tersebut, tanpa deklarasi perang atau resolusi Dewan Keamanan PBB, merupakan tindakan agresi bersenjata ilegal yang bersifat teroris,” kata Tarek William Saab. 
 
Pernyataan-pernyataan tersebut muncul di tengah dampak berkelanjutan dari operasi militer hari Sabtu, yang menyebabkan puluhan orang di Venezuela tewas. Serangan tersebut telah dikutuk secara luas sebagai pelanggaran hukum internasional. 
 
Venezuela pada hari Selasa merilis daftar 24 tentara yang tewas dalam serangan sebelum fajar tersebut. Kuba juga mengumumkan bahwa 32 anggota militernya telah meninggal. Rodriguez menyatakan masa berkabung tujuh hari untuk memperingati anggota militer yang gugur.
 
#ICYMI Delcy Rodriguez, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden Venezuela, dilantik pada hari Senin sebagai presiden sementara negara itu, setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap secara paksa pada 3 Januari selama operasi militer AS terhadap negara Amerika Selatan tersebut.… pic.twitter.com/jXqCiqTLkE
— CGTN (@CGTNOfficial) 6 Januari 2026 
 
Sejak menangkap Maduro dari kediamannya, pemerintahan Presiden AS Donald Trump belum memberikan kejelasan tentang rencana mereka untuk Venezuela. 
 
Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa AS akan "mengendalikan" Venezuela, sebuah pernyataan yang kemudian dikoreksi oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada hari berikutnya.[IT/r]
 
Comment