0
Wednesday 4 February 2026 - 03:45
Iran - AS:

5 Target Iran di Negara yang Menjadi “Titik Lemah” Amerika; Bukan dengan Rudal—Cukup Hujan Roket

Story Code : 1261945
Sayyid Mostafa Khosh-Cheshm, pakar isu-isu strategis Iran
Sayyid Mostafa Khosh-Cheshm, pakar isu-isu strategis Iran
Perang Tidak Akan Terjadi! | Jika Perlu, Pasti Akan Dilakukan Penanaman Ranjau, dan…
 
Menurut laporan Hamshahri Online mengutip Fars, Khosh-Cheshm menanggapi wacana terbaru tentang kemungkinan perang dengan mengatakan bahwa banyak pihak menyatakan perang akan terjadi—dan itu adalah pendapat pribadi mereka. Namun, seorang analis, katanya, bukanlah peramal. Analisis didasarkan pada realitas yang terlihat di lapangan, sebagaimana sifat ilmu-ilmu sosial.
 
Perang Tidak Akan Terjadi
Ia menegaskan bahwa selama tujuh bulan terakhir ia secara konsisten mengatakan bahwa perang tidak akan terjadi, dan hingga kini tetap berpegang pada pandangan tersebut. Ia mengkritik upaya sebagian pihak yang, menurutnya, mencoba menciptakan kesan bahwa Iran berada di ambang perang, baik melalui perbedaan internal maupun tekanan psikologis terhadap publik.
 
Khosh-Cheshm menekankan bahwa penciptaan suasana tegang tanpa dasar yang jelas hanya merusak ketenangan masyarakat, padahal rakyat Iran sudah cukup menghadapi tekanan di berbagai bidang dan lebih membutuhkan ketenangan yang nyata.
 
Ia mempertanyakan siapa yang diuntungkan dengan menabuh genderang perang dan mengingatkan bahwa stres kolektif merusak kemampuan analisis dan stabilitas psikologis masyarakat. Menurutnya, media-media oposisi di luar negeri menggunakan isu perang sebagai alat perang psikologis.
 
Trump Datang untuk Mengambil Konsesi Melalui Ketakutan
Khosh-Cheshm mengatakan bahwa strategi Donald Trump adalah menciptakan rasa takut untuk memperoleh konsesi dalam negosiasi. Jika negosiasi gagal—yang menurutnya sangat mungkin—itu karena pendekatan Amerika bersifat maksimalis dan bertujuan pada penyerahan sepihak.
 
Ia menegaskan bahwa setiap ancaman terhadap air, tanah, dan aset Iran akan dianggap sebagai ancaman eksistensial dan akan dijawab dengan respons eksistensial. Iran, katanya, tidak lagi berada dalam posisi defensif, melainkan telah beralih ke pendekatan ofensif.
 
Amerika Harus Memahami Bahwa Mereka Harus Meninggalkan Kawasan
Ia menyatakan bahwa Amerika tidak dapat melakukan pengepungan seperti terhadap Venezuela atau menghentikan kapal Iran di Laut Arab. Jika terjadi gangguan terhadap kapal Iran, responsnya tidak akan terbatas pada tingkat yang sama.
 
Menurutnya, Amerika harus menyadari bahwa keberadaannya di kawasan ini tidak lagi dapat dipertahankan tanpa konsekuensi. Upaya untuk bernegosiasi sambil menekan Iran dianggap sebagai permainan lama yang sudah tidak efektif.
 
Makna Perang Regional
Khosh-Cheshm menjelaskan bahwa pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran (Imam Khamenei) mengenai perang yang bersifat regional memiliki dua makna: pertama, sekutu-sekutu regional Iran akan terlibat; kedua, kepentingan Amerika dan sekutunya di seluruh kawasan akan terkena dampak serius.
 
Ia mencontohkan bahwa Amerika memiliki investasi dan aset yang sangat besar di kawasan, khususnya di UEA. Struktur ekonomi, keuangan, teknologi, transportasi, dan pariwisata Amerika dan UEA sangat terintegrasi.
 
UEA sebagai “Negara Bagian ke-51” Amerika
Menurut Khosh-Cheshm, UEA secara de facto telah menjadi “negara bagian ke-51” Amerika. Model ini kemudian menimbulkan ketegangan strategis antara UEA dan negara-negara Teluk lainnya.
 
Ia menjelaskan bahwa Amerika dan Israel sangat berfokus pada model UEA dalam proyek regional mereka, yang justru memicu konflik internal di kawasan.
 
“Titik Lemah” Amerika di Kawasan: UEA
Khosh-Cheshm menegaskan bahwa banyak operasi militer Amerika di kawasan bergantung pada infrastruktur logistik, data, dan kecerdasan buatan yang terpusat di UEA. Oleh karena itu, Amerika sangat memahami bahwa UEA adalah titik lemahnya di kawasan.
 
Ia menegaskan bahwa pembahasannya bukan tentang rakyat atau pemerintah UEA, melainkan secara spesifik tentang kepentingan Amerika.
 
Lima Target Strategis Amerika di UEA
Jika Amerika melakukan kesalahan—meskipun ia kembali menegaskan perang tidak akan terjadi—lima target strategis berikut akan menjadi yang pertama terkena dampak:
  1. 1. Zona Bebas Bea dan Kompleks Bandara Dubai
    Pusat logistik dan transportasi utama Amerika, dengan investasi besar di sektor penerbangan, hotel, dan perusahaan elektronik-militer. 
    2. Keuangan Dubai
    Jaringan keuangan Amerika yang sangat terintegrasi, termasuk kehadiran bank-bank besar AS dan hubungan erat antara Federal Reserve dan Bank Sentral UEA.
    3. Hub Internet Internasional Dubai
    Lokasi perusahaan teknologi besar Amerika seperti Meta, Google, Microsoft, dan Oracle yang berperan dalam dukungan logistik dan data.
    4. Silicon Oasis Dubai
    Jaringan perusahaan teknik, desain, dan manufaktur Amerika yang berperan dalam produksi teknologi strategis.
    5. Kawasan Jebel Ali
    Pusat utama perusahaan minyak, gas, dan transportasi Amerika serta hub pergerakan personel AS di kawasan.
 
Tidak Perlu Rudal Jarak Jauh
Ia menyatakan bahwa target-target ini bahkan tidak memerlukan rudal jarak jauh. Roket jarak menengah dari wilayah pesisir atau pulau-pulau Iran sudah cukup. Dalam skenario tersebut, hujan roket massal bisa lebih efektif dan ekonomis.
 
Peringatan tentang Penanaman Ranjau Laut
Khosh-Cheshm memperingatkan bahwa penanaman ranjau laut adalah salah satu opsi nyata. Ia menekankan bahwa Amerika memiliki kelemahan serius dalam kemampuan penyapuan ranjau di Teluk Persia.
 
Ia kembali menegaskan bahwa perang tidak akan terjadi, tetapi jika terjadi kesalahan kecil sekalipun, dampaknya akan sangat luas—termasuk kenaikan harga minyak global dan kerugian besar bagi Amerika.
 
Iran Bukan Venezuela atau Prancis
Ia menutup dengan menyatakan bahwa Iran adalah satu-satunya negara yang secara langsung menyerang pangkalan Amerika dan target strategis Zionis Israel. Amerika dan Zionis Israel, menurutnya, sepenuhnya memahami kapasitas nyata Iran.
 
Ia menegaskan bahwa kebijakan deklaratif dan kebijakan operasional Iran sepenuhnya selaras, dan kekuatan ini didukung oleh kemampuan militer dan industri pertahanan Iran.[IT/r]
 
 
Comment