"Muscat atau Medan?" Kebingungan Besar Amerika dalam Menghadapi Dilema Teluk Persia!
Story Code : 1262593
Iran vs US =
Nasser Qandil, editor surat kabar Lebanon Al-Banna, mengatakan dalam sebuah wawancara tentang menganalisis perundingan Muscat dan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat:
- Beberapa orang berpikir bahwa perundingan Muscat hanyalah sandiwara agar Trump dapat mengatakan kemudian bahwa perundingan tidak berhasil, jadi mari kita berperang!
- Perang dengan Iran bukanlah lelucon, Amerika datang ke perundingan karena kebutuhan. Tetapi tidak ada kesepakatan yang pasti dan siap pakai. Bagi Amerika, baik perang maupun kesepakatan sama-sama sulit!
- Lihatlah kebingungan Amerika, terkadang mereka mengatakan bahwa mereka harus meninggalkan program nuklir dan rudal dan memutuskan hubungan dengan sekutu, dan terkadang mereka mengatakan bahwa satu-satunya masalah mereka adalah pengayaan uranium.
-Perubahan sikap Trump terhadap Iran ini didasarkan pada keinginan dan kebutuhan mereka.
-AS dan Zionis Israel menginginkan Iran menjadi negara tanpa program nuklir, tanpa teknologi, tanpa rudal, dan tanpa mendukung perlawanan. Keinginan ini semakin mengecil dari hari ke hari.
-AS sebelumnya mengatakan bahwa ini adalah pilihan antara semuanya atau tidak sama sekali. Ketika Iran tidak mengatakan apa pun, AS mundur dan setuju untuk bernegosiasi dengan Iran.[IT/r]