0
Thursday 12 February 2026 - 10:18
AS - Iran:

WSJ: Pentagon Bersiap Mengirim Kapal Induk Kedua Menuju Iran

Story Code : 1263562
The Nimitz-class aircraft carrier USS George H.W. Bush
The Nimitz-class aircraft carrier USS George H.W. Bush
Presiden Donald Trump Belum Memberikan Perintah Pengerahan Resmi
 
Tiga pejabat AS mengatakan kepada Wall Street Journal pada hari Rabu (11/2) bahwa persiapan tersebut merupakan bagian dari perencanaan darurat untuk potensi serangan terhadap Iran jika upaya diplomatik gagal. Presiden Donald Trump belum mengeluarkan perintah resmi, dan para pejabat memperingatkan bahwa rencana tersebut masih dapat berubah.
 
Seorang pejabat mengatakan perintah pengerahan dapat datang "dalam hitungan jam." Pejabat lain mengatakan bahwa Pentagon sedang mempersiapkan kapal induk untuk dikerahkan dalam waktu sekitar dua minggu, kemungkinan dari Pantai Timur AS. USS George H.W. Bush saat ini sedang menyelesaikan latihan di lepas pantai Virginia dan dapat mempercepat latihan tersebut jika diperintahkan untuk bergerak lebih cepat, menurut laporan tersebut.
 
Jika disetujui, kapal induk kedua akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln, yang sudah beroperasi di wilayah tersebut sebagai bagian dari peningkatan kekuatan militer AS yang lebih luas yang mencakup kapal perang tambahan, pertahanan udara, dan skuadron pesawat tempur.
 
Trump secara terbuka mengakui pada hari Selasa (10/2) bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk mengirim kapal induk lain ke wilayah tersebut. “Kita memiliki armada yang menuju ke sana dan satu lagi mungkin akan menyusul,” katanya, menambahkan bahwa Washington harus melakukan “sesuatu yang sangat keras” jika negosiasi gagal.
 
Presiden AS juga bertemu secara tertutup pada hari Rabu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih untuk membahas Iran.
 
“Saya bersikeras agar negosiasi dengan Iran dilanjutkan untuk melihat apakah kesepakatan dapat dicapai atau tidak,” tulis Trump di Truth Social setelah pertemuan tersebut. “Jika bisa, itu akan menjadi pilihan. Jika tidak bisa, kita hanya perlu melihat apa hasilnya.”
 
Rincian putaran kedua pembicaraan tidak langsung AS-Iran yang potensial belum diselesaikan. Para pejabat dari kedua negara bertemu di Oman pekan lalu dalam negosiasi pertama mereka sejak serangan Israel-AS tahun lalu terhadap fasilitas nuklir Iran.
 
Iran telah berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak akan sepenuhnya melepaskan haknya untuk memperkaya uranium dan telah menolak pembicaraan tentang program rudal balistiknya. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah memperingatkan bahwa setiap serangan AS yang diperbarui akan memicu pembalasan terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di seluruh Timur Tengah.[IT/r]
 
Comment