Serangan Pesawat Nirawak Israel Menewaskan Seorang Pria di Lebanon Selatan
Story Code : 1263987
The Israeli continued its attacks on South Lebanon
Pendudukan Israel melakukan serangan pesawat nirawak terhadap sebuah kendaraan di kota Tayri di distrik Bint Jbeil di Lebanon selatan pada Kamis malam, menewaskan satu orang, kata Kementerian Kesehatan Lebanon.
Serangan itu merupakan bagian dari eskalasi yang lebih luas di seluruh Lebanon selatan, di mana pendudukan Israel juga menembakkan suar penerangan di atas Ras Naqoura dan menembaki pinggiran Markaba, al-Labbouneh, dan Maroun al-Ras, sambil melepaskan tembakan ke arah pinggiran Alma al-Shaab.
Pesawat nirawak Zionis Israel juga menjatuhkan dua bom pada ekskavator di Aita al-Shaab, menurut laporan setempat.
Sebelumnya pada subuh, pasukan pendudukan maju menuju pinggiran Odaisseh dekat Wadi Hounine, meledakkan dua rumah, sebelum mendorong ke pusat Kfar Kila dan meledakkan sebuah bangunan di sana.
Hizbullah mengecam serangan Zionis Israel yang tak terkendali
Perlawanan Islam di Lebanon, Hizbullah, mengecam agresi Zionis Israel yang menargetkan Lebanon Selatan, khususnya al-Hebbariyeh, Yanouh, dan Aita al-Shaab. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Senin, Hizbullah mengecam pelanggaran kedaulatan Lebanon yang sedang berlangsung, serta eskalasi kriminal di seluruh wilayah Lebanon.
“Hizbullah mengutuk agresi serius yang dilakukan oleh musuh Israel melalui serangannya ke kota al-Hebbariyeh di distrik Hasbaya, dan penculikan pejabat Kelompok Islam di distrik Hasbaya-Marjayoun, Atwi Atwi, dari rumahnya, dan menyerangnya serta keluarganya, meneror mereka,” bunyi pernyataan tersebut.
Kelompok Perlawanan juga mengecam serangan di Yanouh dan Aita al-Shaab. Di Yanouh, sebuah drone Israel menargetkan sebuah kendaraan, menewaskan tiga warga sipil Lebanon, termasuk seorang ayah, Hassan Jaber, dan putranya yang berusia empat tahun, Ali. Di Aita al-Shaab, pasukan pendudukan Israel melepaskan tembakan langsung ke arah penduduk, menewaskan satu warga sipil.
Fase kekerasan baru
Menurut pernyataan tersebut, perkembangan ini menandai fase eskalasi baru yang ditandai dengan agresi Zionis Israel yang tak terkendali, serangan, dan penculikan. Hizbullah memperingatkan bahwa tindakan tersebut menimbulkan ancaman langsung dan konstan bagi semua penduduk di Selatan, terutama di tengah ketiadaan pencegah dan mekanisme perlindungan terhadap musuh yang nakal yang tidak mematuhi hukum atau perjanjian internasional apa pun.
Dalam konteks ini, Hizbullah menekankan bahwa negara Lebanon sekarang harus memikul tanggung jawab nasional penuh dalam menghadapi pelanggaran mencolok ini, sesuai dengan komitmen yang diuraikan dalam pernyataan menterinya. Partai tersebut menyoroti kunjungan perdana menteri baru-baru ini ke wilayah Selatan, di mana ia menyaksikan langsung penderitaan rakyat dan pendudukan berkelanjutan atas tanah Lebanon.
Perlawanan menyerukan kepada pemerintah untuk mengakhiri kebungkamannya dan keadaan lumpuhnya, mendesaknya untuk mengambil posisi yang tegas dan bertindak segera di semua lini politik, diplomatik, dan hukum untuk melindungi warga sipil. Kata-kata saja, tegas Hizbullah, tidak cukup untuk mencegah musuh Israel meningkatkan serangan dan pelanggaran hukumnya.[IT/r]