Pemimpin Yaman: Fokus AS–Israel pada Iran Berasal dari Peran Teheran Menghalangi Skema Mereka
Story Code : 1264083
Berbicara pada Jumat, al-Houthi menyatakan “musuh Israel, dengan partisipasi Amerika, berupaya mendominasi bangsa-bangsa di kawasan,” seraya menegaskan bahwa perhatian mereka pada Iran didorong oleh peran penangkal Teheran terhadap rencana tersebut.
Ia menggambarkan posisi Iran sebagai “kuat dan teguh,” serta sebagai penghalang terhadap agenda terkoordinasi AS–Israel.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ancaman AS terhadap Iran setelah Presiden AS Donald Trump mengerahkan armada laut dan kekuatan lain ke kawasan di tengah perundingan tidak langsung mengenai isu nuklir.
Al-Houthi mengatakan umat Muslim menghadapi tekanan yang meningkat dan berbagai tantangan di dunia Arab dan Islam yang terjadi secara bersamaan.
Konfrontasi tersebut, lanjutnya, tidak terbatas pada ranah militer atau politik. “Melalui perang lunak, musuh berupaya memutus hubungan umat dengan petunjuk ilahi dan agama,” ujarnya, seraya menyebut situasi saat ini sebagai “perang intelektual terbesar sejak awal masyarakat manusia.”
Ia juga mengkritik sikap acuh tak acuh di sebagian negara Muslim serta memperingatkan bahaya menjauh dari tanggung jawab.
Menurutnya, umat menghadapi ancaman dari “musuh penuh kebencian — Zionisme dengan cabang Amerika, Israel, dan Inggris.”
Perkembangan kawasan disebut telah mencapai “titik menentukan” dengan upaya memaksakan persamaan sepihak kepada umat.
Al-Houthi menambahkan rezim Israel melakukan berbagai kejahatan terhadap rakyat Palestina, Lebanon, dan Suriah, serta berupaya menghapus warisan Islam di wilayah pendudukan dan mencaplok Tepi Barat.
Di Gaza, katanya, Israel terus melakukan pembunuhan dan mempertahankan blokade yang mencekik kehidupan sehari-hari. Lebih dari 72.000 warga Palestina dilaporkan tewas sejak Oktober 2023 meski ada gencatan senjata yang dimediasi AS. [IT/G]