Iran: Dunia Bertanggung Jawab untuk Melawan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Israel di Asia Barat
Story Code : 1264580
Iranian FM Abbas Araghchi (R) and President of the International Committee of the Red Cross, Mirjana Spoljaric Egger (C) meet in the Swiss city of Geneva
Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan dengan Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Mirjana Spoljaric Egger di kota Jenewa, Swiss, pada hari Senin (16/2).
Menteri Luar Negeri Iran berada di Jenewa untuk mengambil bagian dalam putaran kedua negosiasi nuklir tidak langsung dengan Amerika Serikat.
Araghchi mengatakan semua negara perlu melakukan upaya serius untuk melindungi prinsip-prinsip hukum humaniter internasional.
Rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat, katanya, jelas melanggar hak asasi manusia dengan membunuh rakyat Iran dan menyerang target sipil dan infrastruktur selama agresi militer Juni 2025.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan badan-badan internasional terkait, termasuk ICRC, memikul tanggung jawab untuk mengambil sikap yang jelas dalam hal ini, kata Araghchi.
Spoljaric, di pihak lain, mengatakan ICRC siap untuk meningkatkan kerja sama dengan Iran, khususnya dengan Palang Merah Iran. Presiden ICRC juga menekankan perlunya semua negara untuk berupaya memperdalam kepatuhan terhadap aturan hukum humaniter internasional.
Selama pertemuan tersebut, Araghchi dan Spoljaric membahas isu-isu hukum humaniter internasional dan kerja sama antara Iran dan ICRC.
Pada Juli 2025, perwakilan ICRC di Iran, Vincent Cassard, mengunjungi penjara Evin di Teheran setelah serangan udara rezim Zionis Israel yang menewaskan 79 orang di sana. Cassard menyatakan keterkejutannya atas besarnya serangan tersebut, yang ia gambarkan sebagai pelanggaran hukum internasional.
Ia mengatakan ICRC memantau pelaksanaan hukum humaniter internasional, yang secara tegas melarang setiap serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, termasuk penjara.[IT/r]