0
Tuesday 17 February 2026 - 04:19
Zionis Israel vs Palestina:

'Israel' Mengancam Genosida Gaza Jika Hamas Menolak Perlucutan Senjata

Story Code : 1264588
Palestinians mourn over the bodies of their relatives killed in an Israeli strike, at Nasser Hospital in Khan Younis
Palestinians mourn over the bodies of their relatives killed in an Israeli strike, at Nasser Hospital in Khan Younis
Para pejabat senior Zionis Israel mengancam akan melanjutkan genosida di Gaza jika Hamas tidak melucuti senjata dalam jangka waktu 60 hari yang diusulkan, meskipun pendudukan Israel terus melakukan serangan di Jalur Gaza setiap hari, tanpa pernah mematuhi perjanjian gencatan senjata. 
 
Sekretaris Kabinet Yossi Fuchs, penasihat senior Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa pemerintah pendudukan bermaksud memberi Hamas waktu dua bulan untuk menyerahkan senjatanya. Jika tidak patuh, militer Zionis Israel akan “menyelesaikan misi” di Gaza, ancamnya.
  
Peringatan tersebut muncul di tengah latar belakang "Dewan Perdamaian" yang dipimpin AS, di mana Washington menetapkan batas waktu 60 hari. 
 
Menurut Fuchs, Hamas diharuskan menyerahkan semua senjata, termasuk senjata ringan seperti senapan AK-47. Ia menekankan bahwa rezim Israel akan mengevaluasi hasilnya di akhir periode tersebut. 
 
Netanyahu juga menegaskan kembali bahwa perlucutan senjata harus mencakup senjata ringan, dengan mengklaim bahwa senjata tersebut digunakan selama operasi 7 Oktober. Pejabat Zionis Israel menuduh bahwa puluhan ribu senapan masih berada di Gaza. 
 
Laporan di The New York Times menunjukkan bahwa rancangan proposal yang dibahas oleh mediator AS pada awalnya dapat memungkinkan Hamas untuk mempertahankan beberapa senjata ringan sambil menyerahkan senjata yang dianggap mampu menyerang "Israel". Dokumen tersebut dilaporkan akan dibagikan kepada Perlawanan Palestina dalam beberapa minggu mendatang. 
 
Kehancuran dan agresi meskipun ada gencatan senjata
Meskipun ada perjanjian gencatan senjata, yang secara resmi berlaku efektif sejak 11 Oktober 2025, rezim Israel tetap menduduki wilayah yang luas di Jalur Gaza, dan terus menyerang infrastruktur dan warga sipil wilayah Palestina. 
 
Sejak saat itu, lebih dari 591 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, telah tewas, dan lebih dari 1.598 lainnya terluka. 
 
Sejak 7 Oktober 2023, lebih dari 72.051 warga Palestina telah tewas, dan lebih dari 171.706 terluka, menjadikan perang di Gaza sebagai salah satu perang paling brutal dalam sejarah modern. Banyak korban masih sangat membutuhkan perawatan. Namun, rumah sakit di seluruh Gaza telah menjadi sasaran sistematis selama tiga tahun terakhir, memaksa operasional rumah sakit berjalan minimal, bahkan terkadang terhenti.[IT/r]
 
Comment