Anggota Parlemen Iran: Pernyataan Pemimpin Ganggu Perhitungan Perang Musuh
Story Code : 1264926
Dalam pernyataan setelah pidato Pemimpin Tertinggi pada Selasa, para legislator menyampaikan terima kasih atas “pernyataan bijak” yang “menyembuhkan luka akibat kudeta Amerika-Zionis baru-baru ini.”
Mereka menyebut Pemimpin Tertinggi telah merusak perhitungan musuh dan menghancurkan ilusi agresi terhadap Iran.
Parlemen juga menyatakan kesiapan penuh bertindak sesuai arahan Pemimpin Tertinggi dalam mengelola urusan nasional.
Sebelumnya, Ayatollah Khamenei menanggapi ancaman militer berulang AS dengan memperingatkan bahwa senjata yang mampu menenggelamkan kapal induk Amerika “lebih berbahaya” daripada kapal perang itu sendiri.
Peringatan ini muncul saat Presiden AS Donald Trump mengerahkan pasukan militer ke kawasan dan mengancam menyerang Iran.
Pejabat AS pada 12 Februari menyatakan Pentagon mengirim kapal induk tambahan, ribuan pasukan, pesawat tempur, dan kapal perusak berpemandu rudal.
Para legislator juga memuji partisipasi besar rakyat dalam aksi 11 Februari memperingati 47 tahun Revolusi Islam.
Mereka menyebut tanggal tersebut sebagai titik fokus kekuatan nasional dan manifestasi persatuan rakyat serta legitimasi publik.
Revolusi yang dipimpin Imam Khomeini, kata mereka, telah berkembang menjadi model pemerintahan berkelanjutan di bawah bimbingan Ayatollah Khamenei meski menghadapi sanksi berlapis dan perang media.
Kehadiran jutaan rakyat dalam aksi tahun ini disebut sebagai tindakan strategis yang menunjukkan kepercayaan publik pada sistem Islam serta menggagalkan perhitungan musuh untuk memecah persatuan nasional.
Ikatan rakyat dan pemerintah juga disebut sebagai keunggulan strategis utama Republik Islam melawan “kesombongan global yang dipimpin Amerika Serikat dan rezim Zionis.”
Pekan lalu, jutaan warga Iran turun ke jalan di seluruh negeri memperingati 47 tahun Revolusi Islam yang menggulingkan diktator Pahlavi yang didukung penuh AS pada musim dingin 1979.
Imam Khomeini kembali dari pengasingan pada 1 Februari 1979 dan disambut meriah publik, sementara kejatuhan rezim Pahlavi dipastikan pada 11 Februari ketika militer berpihak pada Revolusi. [IT/G]