‘Kemerosotan Moral Mendalam’: Warganet Kecam Modi atas Pidato di Knesset
Story Code : 1266660
Pada Rabu, Modi berpidato di Knesset pada hari pertama kunjungannya selama dua hari ke wilayah pendudukan Israel dan menerima sambutan tepuk tangan berdiri, sembari menegaskan dukungan India yang tak tergoyahkan terhadap Israel.
“India berdiri bersama Israel dengan teguh, dengan keyakinan penuh, pada saat ini dan seterusnya,” kata Modi, seraya mengecam Operasi Banjir Al-Aqsa sebagai tindakan “biadab.”
Dalam pidatonya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berterima kasih kepada India atas dukungannya dan menyebut Tel Aviv serta New Delhi memiliki “kepentingan bersama,” bahkan menggambarkan Modi sebagai “lebih dari sekadar teman, seorang saudara.”
Modi menyatakan hubungan kedua negara “vital” bagi perdagangan dan keamanan, serta memuji sinergi dalam kecerdasan buatan dan teknologi kuantum.
Sejumlah tokoh dan pengguna media sosial mengecam keras pidato tersebut. Pengacara kepentingan publik Prashant Bhushan menyatakan Modi telah menjadikan India sebagai “satelit Israel yang melakukan genosida.”
Partai Komunis India (Marxis) dan CPI(ML)L juga mengutuk kunjungan tersebut sebagai tindakan yang memalukan dan bentuk keterlibatan dalam serangan mematikan terhadap rakyat Palestina.
Analis independen Shanaka Anslem Perera menyebut kunjungan Modi dan kesepakatannya dengan pejabat Israel “bukan semata diplomasi,” serta memperingatkan bahwa Netanyahu berupaya membangun aliansi melalui tawaran transfer teknologi sistem pertahanan rudal.
Data menunjukkan India merupakan pembeli senjata terbesar Israel, dengan investasi sebesar 20,5 miliar dolar AS untuk peralatan militer Israel pada periode 2020–2024. Pada 2024, perdagangan kedua negara, yang sebagian besar berfokus pada sektor militer dan keamanan, mencapai 3,9 miliar dolar AS.
Modi terus menuai kritik atas dukungannya terhadap Israel di tengah konflik mematikan di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.000 lainnya. [IT/G]