Iran Memperingatkan Semua Kedutaan Israel sebagai 'Target Sah' Jika Kedutaan Lebanon Diserang
Story Code : 1267655
General Abolfazl Shekarchi, spokesman for the Iranian Armed Forces
Peringatan tersebut, yang dikeluarkan oleh Jenderal Abolfazl Shekarchi, juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, menyusul ultimatum dari mesin perang Zionis Israel yang menuntut agar perwakilan Iran segera meninggalkan Lebanon dalam waktu 24 jam.
Dalam sebuah pernyataan, Jenderal Shekarchi membahas ancaman Israel baru-baru ini terhadap kedutaan Iran di Lebanon. "Sampai sekarang, karena menghormati negara-negara di dunia, terlepas dari kemampuan kami, kami belum mengambil tindakan terhadap kedutaan Israel di seluruh dunia," kata Jenderal Shekarchi.
Namun, ia memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap wilayah diplomatik Iran akan mengakibatkan perubahan total dalam kebijakan tersebut.
"Jika Zionis Israel melakukan kejahatan seperti itu, kami akan terpaksa memperlakukan setiap kedutaan mereka di seluruh dunia sebagai target yang sah.
Ini pasti akan dilakukan, karena Iran bertekad untuk membuat Israel dan Amerika Serikat bertekuk lutut."
Ancaman tersebut muncul di tengah agresi AS-Israel terhadap Iran, yang dimulai pada hari Sabtu dengan serangan udara yang menewaskan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei. Serangan-serangan berikutnya telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dan merusak infrastruktur sipil.
Sementara itu, serangan udara Israel di seluruh Lebanon semakin intensif, menewaskan sedikitnya 50 orang dan melukai 350 orang hanya dalam 48 jam terakhir.
Kelompok Hizbullah Lebanon telah melancarkan gelombang serangan terhadap situs-situs militer Zionis Israel, dengan alasan membela Lebanon dan pembunuhan Ayatollah Khamenei.
Iran telah melancarkan gelombang serangan drone dan rudal besar-besaran ke wilayah-wilayah yang diduduki Zionis Israel dan aset-aset AS di seluruh Asia Barat.[IT/r]