Narasi Kemenangan Israel Dipertanyakan: Analis Sendiri Akui Iran Tidak Menunjukkan Tanda Runtuh
Story Code : 1267842
Narasi kemenangan cepat yang selama ini dipromosikan sebagian media Israel mulai menghadapi tantangan dari dalam negeri sendiri. Sejumlah analis Israel kini mengakui bahwa strategi Iran dan Hizbullah dalam konflik yang sedang berlangsung menunjukkan pola perang pengurasan (war of attrition), sementara prediksi tentang keruntuhan internal Iran hingga kini tidak menunjukkan bukti nyata.
Laporan terbaru Kelompok Analisis Perang Kantor Berita Tasnim pada hari keenam konflik (06/03/2026) mencatat munculnya sejumlah tulisan dari kalangan analis dan elite Israel yang secara terbuka mempertanyakan arah serta hasil perang.
Salah satu artikel yang dinilai paling komprehensif dipublikasikan oleh seorang analis Israel yang cukup dikenal. Tulisan tersebut dimuat oleh media Israel Ynet dan menyoroti perkembangan strategi militer Iran dan sekutunya.
Dalam analisanya, penulis tersebut mengakui bahwa pada hari-hari awal perang, strategi Iran dan Hizbullah belum sepenuhnya dipahami oleh pihak Israel. Namun seiring berjalannya waktu, pola operasi yang dijalankan mulai terlihat semakin jelas.
Strategi Perang Pengurasan
Menurut analis tersebut, Teheran dan sekutunya tengah menjalankan strategi perang pengurasan, yakni pendekatan militer jangka panjang yang bertujuan melemahkan lawan secara bertahap.
Strategi ini tidak bertumpu pada kemenangan cepat, melainkan pada proses sistematis untuk menguras kapasitas pertahanan Israel, khususnya sistem pertahanan udara. Serangan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan diarahkan untuk memaksa Israel menghabiskan sumber daya militernya secara perlahan.
Pengakuan ini dinilai signifikan karena sebelumnya konsep tersebut lebih sering dibahas oleh pengamat independen, namun jarang diakui secara terbuka oleh kalangan analis Israel sendiri.
Lebih jauh, analis tersebut menilai bahwa perang yang sedang berlangsung tidak hanya terjadi di medan tempur. Bersamaan dengan operasi militer, tekanan politik dan ekonomi juga mulai merambat ke tingkat global.
Menurutnya, eskalasi konflik berpotensi menimbulkan guncangan terhadap perekonomian dunia dan pada akhirnya dapat mendorong berbagai pihak untuk menerima konfigurasi geopolitik baru yang muncul dari konflik tersebut.
Narasi Keruntuhan Iran Dipertanyakan
Dalam bagian lain tulisannya, analis tersebut menyoroti kondisi internal Iran. Setelah mencermati perkembangan situasi, ia menyimpulkan bahwa tidak ada indikasi keruntuhan negara sebagaimana yang sebelumnya diprediksi oleh sebagian pihak.
Struktur pemerintahan tetap berjalan, proses hukum dan administrasi berlangsung normal, dan di ruang publik masih terlihat dukungan masyarakat terhadap negara. Pada saat yang sama, militer Iran juga terus menjalankan berbagai operasi.
“Jika keruntuhan itu memang akan terjadi, maka pertanyaannya sederhana: di mana sebenarnya tanda-tanda keruntuhan itu?” tulisnya.
Ia juga menyinggung rumor mengenai kemungkinan aksi kelompok Kurdi terhadap Iran. Namun menurutnya, ketika kabar tersebut beredar, kelompok-kelompok Kurdi sendiri segera membantahnya dan menegaskan bahwa mereka tidak melakukan tindakan militer terhadap Iran.
Bagi analis tersebut, realitas di lapangan menunjukkan sesuatu yang berbeda dari narasi yang selama ini beredar di sebagian media Israel.
“Gambaran kemenangan dan perayaan kemenangan yang ditampilkan media tidak mencerminkan realitas sebenarnya di medan konflik,” tulisnya.
Artikel tersebut dipublikasikan oleh media Israel Ynet, dan diperkirakan versi lengkapnya tersedia untuk publik. []