0
Friday 6 March 2026 - 15:02

Rudal “Khaibar Rain” Hantam Jantung Tel Aviv, Pertahanan Udara Israel Dilaporkan Gagal Mencegat

Story Code : 1267844
Rudal “Khaibar Rain” Hantam Jantung Tel Aviv, Pertahanan Udara Israel Dilaporkan Gagal Mencegat
Serangan rudal terbaru yang diluncurkan Iran dilaporkan menghantam sejumlah target di jantung Tel Aviv setelah sistem pertahanan udara Israel disebut gagal mencegat proyektil yang datang dalam jumlah besar dan dengan pola serangan kompleks.

Menurut laporan Kelompok Internasional Kantor Berita Tasnim, gelombang ke-21 Operasi “Janji Sejati 4” (Wa’d al-Sadiq 4) dimulai pada Jumat dini hari (6/3/2026) melalui serangan gabungan rudal dan drone terhadap sejumlah target strategis di wilayah Palestina yang diduduki.

Operasi tersebut dilaporkan diluncurkan dengan sandi “Ya Mu’izz al-Mu’minin” dan melibatkan penggunaan jenis rudal yang disebut “Khaibar Barani” (Khaibar Rain).

Hulu Ledak Terpecah, Sistem Pertahanan Kewalahan

Video dan gambar yang beredar dari wilayah Palestina yang diduduki memperlihatkan karakteristik unik rudal tersebut. Saat mendekati target, rudal melakukan manuver menukik sebelum terpecah menjadi puluhan hulu ledak yang lebih kecil.

Pola ini disebut membuat sistem pertahanan udara Israel kesulitan memberikan respons efektif karena harus menghadapi banyak objek yang datang hampir bersamaan.

Dalam sejumlah rekaman yang beredar, saat rudal-rudal tersebut menghantam sasaran tidak terlihat adanya peluncuran rudal pencegat dari sistem pertahanan udara Israel untuk menghadang serangan tersebut.

Karakteristik serangan semacam ini menunjukkan pendekatan taktis yang dirancang untuk membanjiri sistem pertahanan musuh dengan sejumlah besar target secara simultan, sehingga memperkecil peluang pencegatan.

Kerusakan Luas di Tel Aviv

Media Israel Haaretz melaporkan bahwa rentetan serangan rudal terbaru tersebut menyebabkan kerusakan luas pada sejumlah bangunan di pusat Tel Aviv.

Serangan ini menjadi bagian dari eskalasi terbaru dalam konflik regional yang terus berkembang, di mana kedua pihak semakin mengandalkan teknologi persenjataan canggih dan taktik serangan berlapis.

Gelombang serangan ini juga menegaskan bahwa konfrontasi yang sedang berlangsung tidak hanya bergantung pada intensitas militer, tetapi juga pada kemampuan teknologi dan strategi taktis yang dirancang untuk menembus sistem pertahanan modern.
Comment