0
Friday 6 March 2026 - 15:08

Serangan Besar Iran: Lebih dari 2.000 Drone dan 600 Rudal Hantam Target AS–Israel

Story Code : 1267845
Serangan Besar Iran: Lebih dari 2.000 Drone dan 600 Rudal Hantam Target AS–Israel
Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki fase yang semakin intens setelah militer Republik Islam Iran mengumumkan peluncuran lebih dari 2.000 drone dan 600 rudal terhadap target Amerika Serikat di kawasan serta sasaran Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Serangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Operasi “Janji Sejati 4” (Wa’d al-Sadiq 4) yang kini memasuki hari keenam.

Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Letkol Pasdaran Ebrahim Zolfaghari, dalam pesan video memaparkan bahwa dalam 24 jam terakhir angkatan bersenjata Iran melaksanakan berbagai operasi ofensif dan defensif di sejumlah front secara simultan.

Serangan Drone ke Target Israel dan Pangkalan AS

Menurut Zolfaghari, Angkatan Udara dan Angkatan Laut Angkatan Darat Iran meluncurkan drone kamikaze menuju wilayah Palestina yang diduduki.

Target utama serangan tersebut meliputi: Pangkalan Udara Ramat David dan Situs radar strategis Miron.

Keduanya berada di wilayah utara Palestina yang diduduki dan dianggap sebagai fasilitas militer penting Israel.

Selain itu, pangkalan militer Amerika di Kamp Al-Adiri, Kuwait, juga menjadi sasaran drone ofensif Angkatan Laut Iran.

Di front lain, Angkatan Darat Iran menyerang posisi pasukan Amerika yang ditempatkan di Kurdistan Irak, dengan operasi drone terhadap markas mereka di Erbil.

Rudal Balistik Khorramshahr Menuju Ben Gurion

Sementara itu, Angkatan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam gelombang ke-19 Operasi Janji Sejati 4 meluncurkan rudal balistik Khorramshahr yang dilengkapi hulu ledak berat ke arah Bandara Ben Gurion di Tel Aviv.

Serangan tersebut dilaksanakan dengan sandi operasi “Ya Hasan bin Ali (as)”.

Pada saat yang sama, pasukan darat IRGC juga meluncurkan drone penghancur terhadap posisi pasukan Amerika di wilayah Kurdistan Irak.

Gelombang Baru Operasi Militer

Zolfaghari menyatakan bahwa gelombang ke-20 operasi juga telah diluncurkan dengan mengenang para syuhada kapal perusak Dena milik Angkatan Laut Iran.

Operasi tersebut dijalankan dengan sandi “Ya Mu’izz al-Mu’minin” dan melibatkan serangan gabungan berskala luas terhadap target Amerika dan Israel.

Ia menambahkan bahwa rincian lengkap mengenai operasi terbaru ini akan diumumkan kemudian.

Drone Iran Targetkan Kapal Induk AS

Dalam perkembangan lain, Zolfaghari menyebut bahwa drone Angkatan Laut IRGC menargetkan kapal induk Amerika USS Abraham Lincoln.

Kapal induk tersebut sebelumnya mendekat hingga sekitar 340 kilometer dari perairan Iran di Laut Oman dalam misi yang disebut terkait pengawasan Selat Hormuz.

Setelah menjadi sasaran drone Iran, kapal induk itu bersama kapal-kapal pengawalnya dilaporkan meninggalkan wilayah tersebut dan kini berada lebih dari 1.000 kilometer dari kawasan tersebut.

Jet Tempur dan Drone Canggih Ditembak Jatuh

Selain operasi serangan, Iran juga mengklaim keberhasilan dalam operasi pertahanan udara.

Unit pertahanan udara Angkatan Darat dan IRGC di bawah komando Markas Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya dilaporkan berhasil: Menjatuhkan 1 jet tempur F-15E dan Menghancurkan 4 drone pengintai tempur canggih jenis Hermes-900 dan MQ-9.

Pesawat dan drone tersebut ditembak jatuh di wilayah barat, barat daya, dan selatan Iran.

Menurut Zolfaghari, total drone musuh yang berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Iran kini telah mencapai lebih dari 75 unit.

Selain itu, sejumlah rudal jelajah Amerika, termasuk Tomahawk dan JASSM, juga dilaporkan berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Iran.

Eskalasi Konflik Masih Berlanjut

Secara keseluruhan, hingga gelombang ke-20 Operasi Janji Sejati 4, Iran menyatakan telah meluncurkan lebih dari 2.600 proyektil, terdiri dari drone dan rudal, terhadap target Amerika di kawasan serta sasaran Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Zolfaghari menegaskan bahwa operasi militer Iran terhadap musuh-musuhnya masih terus berlanjut.

Ia juga menyebut bahwa selama lebih dari 100 jam terakhir konflik, sirene serangan udara terus terdengar di wilayah Palestina yang diduduki, memaksa penduduk Israel berulang kali berlindung di bunker.

Menurutnya, ritme tembakan proyektil Iran menunjukkan operasi yang stabil, terkoordinasi, dan berkelanjutan sebagai bagian dari pembalasan terhadap serangan yang disebut dilakukan oleh Amerika dan Israel.

Zolfaghari menambahkan bahwa intensitas serangan kemungkinan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.[]
Comment