IRGC Ungkap Detail Gelombang ke-22 “Janji Sejati 4”, Pangkalan Militer AS di Kawasan Jadi Target
Story Code : 1267965
Menurut laporan Al Alam, Sabtu (7 Maret 2026), dalam pernyataan resmi ke-23 yang dirilis pada Jumat malam (6 Maret 2026), IRGC menyebut operasi tersebut dilakukan pada hari ketujuh agresi Zionis–Amerika terhadap Iran, dengan tujuan memberikan pukulan keras terhadap target militer Amerika dan Israel.
IRGC menjelaskan bahwa gelombang serangan terbaru dilaksanakan atas nama para syuhada Sekolah Minab dengan sandi operasi “Ya Hussein bin Ali (as)”. Operasi ini melibatkan peluncuran rentetan rudal generasi baru milik Garda Revolusi serta berbagai operasi gabungan yang berlangsung sepanjang hari terhadap target yang diklaim terkait Amerika Serikat dan Israel.
Serangan ke Pangkalan Al-Dhafra
Dalam salah satu operasi utama, IRGC menyatakan telah menargetkan Pangkalan Udara Al-Dhafra, yang digunakan oleh militer Amerika di kawasan tersebut, menggunakan drone tempur dan rudal presisi.
Menurut pernyataan itu, serangan tersebut menghancurkan sistem radar peringatan dini canggih milik pangkalan tersebut serta sejumlah fasilitas penting, termasuk hanggar dan bengkel perawatan drone MQ-9 serta pesawat mata-mata U-2 milik Amerika Serikat. IRGC juga menyebut bahwa kebakaran masih terus berlangsung di lokasi tersebut.
Pernyataan itu juga menyinggung bahwa serangan terhadap Sekolah Shajarat Tayyiba, yang menewaskan 165 siswi, sebelumnya dilancarkan dari pangkalan tersebut.
Pangkalan Ali Al-Salem di Kuwait Diserang
IRGC juga mengumumkan serangan terhadap Pangkalan Ali Al-Salem di Kuwait, yang disebut sebagai salah satu fasilitas militer yang menampung pasukan Amerika.
Serangan dilakukan melalui pemboman intensif menggunakan rudal jelajah dan rudal balistik, yang menurut IRGC menghancurkan radar peringatan dini pangkalan beserta fasilitas pendukungnya, termasuk tangki bahan bakar pesawat militer Amerika.
Dua landasan pacu utama pangkalan juga dilaporkan mengalami kerusakan setelah menjadi target serangan. IRGC menyatakan bahwa dari lokasi tersebut, pesawat militer Amerika kerap meluncurkan rudal dan bom ke wilayah Iran sejak awal agresi.
Serangan Berlanjut ke Pangkalan Al-Udeid
Selain itu, IRGC menyatakan bahwa pada malam sebelumnya hingga hari ini, para pejuang Iran melancarkan dua gelombang serangan gabungan terhadap Pangkalan Udara Al-Udeid milik Amerika.
Serangan tersebut disebut menghancurkan instalasi radar dan pengawasan udara, stasiun satelit, serta depot bahan bakar, menggunakan kombinasi drone tempur, rudal jelajah, dan rudal balistik.
IRGC Peringatkan “Kejutan Menentukan”
Di akhir pernyataannya, Garda Revolusi memperingatkan bahwa operasi militer Iran akan terus berlanjut sebagai bagian dari pembalasan atas serangan terhadap Iran.
IRGC menegaskan bahwa pembalasan atas darah para syuhada Iran merupakan misi yang terus dijalankan oleh angkatan bersenjata negara tersebut.
“Musuh yang kriminal dan tidak manusiawi harus bersiap menghadapi kejutan-kejutan menentukan dari para pejuang Islam di medan perang,” demikian pernyataan IRGC.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya eskalasi militer di kawasan, menyusul serangkaian serangan rudal dan drone yang diklaim Iran menargetkan kepentingan militer Amerika Serikat dan sekutunya.