Dari Garis Depan: Pejuang Hizbullah Memperbarui Janji Setia kepada Sheikh Qassem
Story Code : 1268730
Hezbollah Fighters Renew Pledge to Sheikh Qassem
Dalam pesan tersebut, para pejuang pemberani memulai dengan menghormati para martir gerakan dan mereka yang telah berkorban di barisan mereka. Mereka memberi penghormatan kepada "martir jalan perlawanan," Imam Sayyid Ali Khamenei, memuji perannya dalam membela kaum tertindas dan menegakkan apa yang mereka gambarkan sebagai perjuangan iman dan keadilan hingga kemartirannya. Pesan tersebut juga menyampaikan salam kepada para martir Perlawanan Islam, yang terluka, para pejuang di garis depan, dan keluarga yang telah menanggung beban pengorbanan.
Menyampaikan pesan langsung kepada Sheikh Qassem, para pejuang mengatakan bahwa pesan mereka datang “dari garis depan martabat dan benteng pertahanan tanah air,” menggambarkan suasana medan perang yang dipenuhi tembakan, pesawat terbang, peluncur roket, dan artileri sebagai latar tempat mereka memperbarui janji kesetiaan mereka.
Mereka menekankan bahwa mereka tetap sepenuhnya berkomitmen kepada kepemimpinan dan arahan-arahannya, menyatakan diri sebagai orang-orang yang tetap setia pada perjanjian mereka dan siap untuk melaksanakan tugas mereka dengan keteguhan dan tekad. “Pimpin kami ke mana pun Anda kehendaki,” demikian bunyi pesan tersebut, menegaskan bahwa para pejuang siap menghadapi apa yang mereka gambarkan sebagai musuh tanah air dan rakyatnya.
Pesan tersebut juga mengungkit warisan tokoh-tokoh terkemuka yang terkait dengan sejarah perlawanan, termasuk Syahid Agung bangsa, Sayyed Hasan Nasrallah, dan pemimpin perlawanan awal Sheikh Ragheb Harb, menggambarkan perjuangan mereka sebagai bagian dari jalan pengorbanan dan komitmen yang berkelanjutan.
Para pejuang Hizbullah selanjutnya menyatakan solidaritas dengan pasukan sekutu dan para pendukung, termasuk anggota Gerakan Amal, yang didirikan oleh ulama yang hilang, Sayyed Musa Sadr. Mereka memuji "rakyat perlawanan" atas ketahanan dan daya tahan mereka dalam menghadapi kesulitan dan konflik.
Pesan itu juga mencakup penghormatan kepada Tentara Lebanon, yang menyatakan kepercayaan pada apa yang digambarkan para pejuang sebagai doktrin nasional tentara dan perannya dalam berdiri bersama perlawanan dalam menghadapi agresi Israel terhadap Lebanon dan rakyatnya.
Sebagai penutup pesan mereka, para pejuang memperbarui sumpah setia mereka kepada kepemimpinan dan menegaskan kepercayaan mereka pada apa yang mereka gambarkan sebagai janji kemenangan pada akhirnya. Mereka menekankan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan dan menjunjung tinggi warisan perlawanan sampai tujuannya tercapai.[IT/r]